Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 20.27 WIB

PSSI Buka Tender, Ini Kelebihan dan Kekurangan Adidas Jika Menjadi Apparel Timnas Indonesia

Ole Romeny dipastikan absen memperkuat Timnas Indonesia. (Instagram/oleromeny)

 

JawaPos.com – Menjelang habisnya masa kerja sama antara PSSI dan Erspo pada Februari 2026, persaingan apparel untuk mendampingi Timnas Indonesia semakin memanas. PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) telah membuka tender terbuka yang menarik perhatian berbagai merek, baik lokal maupun internasional.

Salah satu nama paling mencuri perhatian adalah Adidas. Brand asal Jerman itu diketahui ikut serta dalam proses lelang yang saat ini telah masuk tahap presentasi. Setiap peserta tender diberikan batas waktu sampai 21 Juli untuk menyampaikan proposal akhir, sebelum dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Namun, apakah Adidas benar-benar menjadi pilihan ideal untuk Timnas Garuda? Jawa Pos berbincang dengan dua sosok penting di dunia jersey nasional: Laik Abdullah, Ketua Komunitas Jersey Lamongan (KJLA), dan Amir, kolektor serta penjual jersey kawakan di Indonesia.

Kelebihan Adidas: Profesional, Prestise Global, dan Potensi Desain Eksklusif

Dari sisi kualitas, Adidas jelas tak diragukan lagi. Menurut Laik Abdullah, jika Timnas bekerja sama dengan Adidas, maka secara otomatis akan memperoleh perlakuan standar tinggi seperti tim-tim elite dunia.

“Kelebihannya, Timnas kita bisa memakai jersey yang secara kualitas, teknologi, dan desain setara dengan negara maju seperti Jerman, Spanyol, Argentina, juga klub-klub Eropa seperti Madrid, Arsenal, Juventus,” kata Laik.

Hal senada diungkapkan Amir. Menurutnya, bekerja sama dengan brand global seperti Adidas menjanjikan stabilitas dan pengelolaan yang lebih profesional.

“Kelebihan bekerja sama dengan brand besar, standarnya pasti lebih tinggi. Dramanya juga gak banyak. Syukur bisa dapat desain eksklusif,” ujar Amir.

Lebih dari itu, brand global sekelas Adidas akan memberikan efek branding positif terhadap citra Timnas Indonesia di mata dunia internasional.

Amir juga menyoroti bagaimana Adidas mulai melihat Indonesia sebagai pasar penting.

“Customerku asal Singapura pernah bilang, kalau yang harusnya jadi raja sepak bola Asia Tenggara itu Indonesia, karena animonya beneran gila. Itu bisa jadi pertimbangan Adidas,” lanjutnya.

Tak bisa dimungkiri, fanatisme suporter di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini membuat pasar jersey nasional sangat menggoda dari sisi komersial.

“Dari segi market, Indonesia itu seksi banget. Jersey Timnas selalu laris, bahkan yang KW pun diburu. Buat Adidas, ini peluang emas untuk menjangkau pasar yang sangat loyal,” tambah Amir.

Kekurangan Adidas: Kurangnya Sentuhan Lokal dan Risiko Jersey 'Template'

Meski banyak keunggulan, bukan berarti Adidas tanpa cela. Salah satu kekurangan utama menurut Laik adalah soal filosofi desain.

“Kekurangannya, biasanya agak sulit untuk memasukkan unsur filosofi kearifan lokal ke dalam desainnya karena Adidas menggunakan template global. Dan bisa jadi, Adidas tidak akan membuat box eksklusif untuk jersey Timnas, berbeda dengan apparel lokal yang memperhatikan detail itu,” kritik Laik.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore