CEO Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan pandangannya soal regulasi pemain asing dalam Super League 2025/2026. (@winbernadino)
JawaPos.com- Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait penambahan kuota 11 pemain asing untuk musim perdana Super League 2025/2026 menuai respons dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari CEO Semen Padang, Win Bernadino, yang menilai kebijakan ini bersifat mendadak dan berpotensi menimbulkan dilema baru, terutama bagi klub-klub dengan anggaran terbatas.
Meski begitu, Win juga memahami bahwa regulasi tersebut bisa menjadi solusi atas persoalan mahalnya harga pemain lokal yang dianggap sudah mengalami inflasi signifikan dalam beberapa musim terakhir.
"Ini dilema tersendiri untuk klub-klub bawah. Kami juga kewalahan dengan kondisi pasar pemain lokal yang harganya luar biasa. Bahkan pemain yang secara kualitas masih standar, kontraknya sudah hampir setara dengan pemain asing. Kadang, baru sekali ikut TC Timnas, harga langsung melonjak," ujar Win yang lansir dari akun Instagram @rumorbola.
Fenomena ini, menurut Win, kerap dimanfaatkan oleh agen-agen pemain untuk menaikkan nilai jual klien mereka, terutama setelah pemain mendapatkan eksposur bersama Timnas, meskipun hanya di level kelompok umur. Akibatnya, klub-klub lebih cenderung melirik pemain asing yang dinilai lebih kompetitif dari segi kualitas dan harga.
"Banyak klub kini mempertimbangkan untuk merekrut pemain asing ketimbang lokal yang overpaid. Pemain asing dengan kualitas tertentu bisa didapat dengan harga lebih wajar," jelasnya.
Namun demikian, Win juga menyampaikan kekhawatirannya atas dampak jangka panjang dari kebijakan ini. Ia menyoroti potensi menurunnya sisi kompetitif liga domestik apabila terlalu banyak bergantung pada pemain asing.
Sebagai catatan, dalam aturan yang ditetapkan PT LIB lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa di The Langham, Jakarta, Senin (7/7), setiap klub Super League diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Namun dari jumlah tersebut, hanya delapan nama yang boleh masuk ke Daftar Susunan Pemain (DSP) di tiap pertandingan.
Win pun berharap agar implementasi regulasi ini tetap mempertimbangkan keseimbangan kompetisi, dan tidak menjadikan liga hanya didominasi oleh satu atau dua klub saja. Ia mencontohkan Liga Malaysia yang sejak 2014 selalu didominasi oleh Johor Darul Ta’zim.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
