
Para pemain Persebaya saat bertolak ke Perth dalam rangka menjalani laga persahabatan kontra Football West All Star. (Dok. Media Persebaya)
JawaPos.com - Piala ASEAN Club Championship musim depan dipastikan tak akan diikuti oleh Persebaya Surabaya dan Malut United meski keduanya dikirim PSSI untuk mewakili Indonesia.
Ini karena pihak ASEAN Football Federation (AFF) selaku penyelenggara mengeluarkan regulasi bahwa yang berhak ikut serta dalam turnamen ASEAN Club Championship (ACC) adalah tim juara dan runner-up liga di Asia Tenggara.
Keputusan tersebut sontak membuat kecewa Persebaya dan juga Malut United. Bagaimana tidak, segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari aspek lisensi klub, infrastruktur, hingga medical test.
Persebaya pun dengan tegas merilis pernyataan sikap melalui akun Instagram resmi. Pihak klub menegaskan akan fokus pada diri sendiri dan mengucapkan terima kasih kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang telah memperjuangkan Green Force dan juga Malut United.
"Tampil atau tidak, Persebaya tetap akan fokus pada diri sendiri. Tidak akan terganggu segala hiruk pikuk dan kegaduhan. Fokus memaksimalkan diri menghadapi tujuan utama yaitu Liga 1," demikian bunyi pernyataan sikap Persebaya.
Pihak manajemen juga menyatakan, absennya tim justru berpotensi menimbulkan kerugian di pihak ACC, di antaranya tidak merasakan keuntungan fans equity dan away equity dari Persebaya dan Bonek.
"Bonek sekarang punya Economic Power yang bisa membantu eksposure dan pendapatan lawan-lawannya," imbuh pihak klub.
Sebagai informasi, away equity adalah kemampuan klub dalam membantu meningkatkan eksposure dan pendapatan dari lawan-lawannya. Sebagai contoh, saat Persebaya bermain tandang, maka rating pertandingan itu akan naik dan pendapatan dari sektor tiket bagi lawannya juga akan meningkat.
Sedangkan fan equity adalah kemampuan suporter sebuah klub dalam mendukung finansial tim secara nyata. Misalnya dengan membeli tiket pertandingan dan membeli merchandise resmi.
Sebagai salah satu tim besar tanah air dengan basis suporter yang kuat, laga Persebaya memang berpotensi menarik keuntungan finansial, baik di dalam negeri maupun antarklub Asia. Terlebih jika suporter tim tamu boleh datang ke stadion saat laga tandang. Hal itu tentu bisa memberi keuntungan dari pendapatan tiket klub tuan rumah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
