Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 01.13 WIB

Pernyataan Sikap Tegas Persebaya Surabaya, ASEAN Club Championship Rugi Finansial Tidak Dihadiri Green Force!

Para pemain Persebaya saat bertolak ke Perth dalam rangka menjalani laga persahabatan kontra Football West All Star. (Dok. Media Persebaya) - Image

Para pemain Persebaya saat bertolak ke Perth dalam rangka menjalani laga persahabatan kontra Football West All Star. (Dok. Media Persebaya)

‎JawaPos.com - Piala ASEAN Club Championship musim depan dipastikan tak akan diikuti oleh Persebaya Surabaya dan Malut United meski keduanya dikirim PSSI untuk mewakili Indonesia.

Ini karena pihak ASEAN Football Federation (AFF) selaku penyelenggara mengeluarkan regulasi bahwa yang berhak ikut serta dalam turnamen ASEAN Club Championship (ACC) adalah tim juara dan runner-up liga di Asia Tenggara.

Keputusan tersebut sontak membuat kecewa Persebaya dan juga Malut United. Bagaimana tidak, segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari aspek lisensi klub, infrastruktur, hingga medical test.

‎Persebaya pun dengan tegas merilis pernyataan sikap melalui akun Instagram resmi. Pihak klub menegaskan akan fokus pada diri sendiri dan mengucapkan terima kasih kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang telah memperjuangkan Green Force dan juga Malut United.

‎"Tampil atau tidak, Persebaya tetap akan fokus pada diri sendiri. Tidak akan terganggu segala hiruk pikuk dan kegaduhan. Fokus memaksimalkan diri menghadapi tujuan utama yaitu Liga 1," demikian bunyi pernyataan sikap Persebaya.

‎Pihak manajemen juga menyatakan, absennya tim justru berpotensi menimbulkan kerugian di pihak ACC, di antaranya tidak merasakan keuntungan fans equity dan away equity dari Persebaya dan Bonek.

‎"Bonek sekarang punya Economic Power yang bisa membantu eksposure dan pendapatan lawan-lawannya," imbuh pihak klub.

‎Sebagai informasi, away equity adalah kemampuan klub dalam membantu meningkatkan eksposure dan pendapatan dari lawan-lawannya. Sebagai contoh, saat Persebaya bermain tandang, maka rating pertandingan itu akan naik dan pendapatan dari sektor tiket bagi lawannya juga akan meningkat.

‎Sedangkan fan equity adalah kemampuan suporter sebuah klub dalam mendukung finansial tim secara nyata. Misalnya dengan membeli tiket pertandingan dan membeli merchandise resmi.

‎Sebagai salah satu tim besar tanah air dengan basis suporter yang kuat, laga Persebaya memang berpotensi menarik keuntungan finansial, baik di dalam negeri maupun antarklub Asia. Terlebih jika suporter tim tamu boleh datang ke stadion saat laga tandang. Hal itu tentu bisa memberi keuntungan dari pendapatan tiket klub tuan rumah.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore