
Rachmat Irianto dan Almarhum Bejo Sugiantoro. (dok. Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya kembali membuat langkah strategis, sebelum menyongsong Liga 1 2025/2026. Setelah kepulangan Koko Ari, kini giliran Rachmat Irianto yang memutuskan kembali ke Persebaya Surabaya.
Keputusan ini tak lepas dari pesan mendalam almarhum sang ayah, yang menjadi alasan utamanya untuk kembali membela klub yang telah membesarkan namanya di kancah sepak bola nasional.
“Aku moleh temenan, Yah. Sosok yang aku rindukan. Allahummaghfir lahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu 'anhu,” tulis Rachmat Irianto lewat akun Instagram pribadinya @rachmatirianto, seraya mengingat sang ayah.
Keputusan pulang ini membawa serta amanah terakhir dari almarhum Bejo Sugiantoro. Mendiang sang ayah pernah berpesan agar sang anak bisa membawa pulang gelar juara untuk Persebaya.
“Alasan pertama karena ada pesan dari bapak. Beliau ingin sekali melihat saya juara bersama Persebaya. Jadi saya ingin mewujudkan itu, semoga saja bisa tahun ini, bismillah,” ujar Rachmat Irianto dikutip dari laman operator liga.
Kepulangan Rachmat Irianto bukan tanpa bekal pengalaman. Setelah tiga musim bersama Persib Bandung, dia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga 1 dua musim berturut-turut.
Menurut data dari Transfermarkt, selama membela Persib, Rachmat Irianto mencatatkan 42 penampilan dengan total waktu bermain 4.420 menit dalam tiga musim. Tak hanya kokoh di lini belakang, ia juga sempat mencetak dua gol untuk Maung Bandung.
Prestasi dan pengalaman membuat banyak klub tertarik untuk merekrutnya setelah pamit dari Persib. Namun, Rachmat Irianto tetap memilih untuk pulang ke Surabaya, mengutamakan pesan sang ayah dan faktor keluarga.
“Oh, memang ada beberapa tawaran dari klub lain. Tapi prioritas saya tetap kembali ke sini, karena faktor keluarga jadi alasan utama saya memilih Persebaya,” tegas dia.
Mental juara yang dibawanya dari Persib ingin dia tularkan kepada rekan-rekan di Persebaya. Namun, menurutnya, keberhasilan meraih prestasi tak cukup hanya dari satu pemain, melainkan butuh kerja sama seluruh tim.
“Ya, mental juara itu tidak bisa hanya dibicarakan oleh satu pemain. Harus bersama seluruh staf, pelatih, dan teman-teman. Karena untuk bisa juara itu hasil dari kerja keras bersama. Jadi nanti bukan saya sendiri yang bekerja,” tutur dia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
