
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggelar nonton bareng final Liga Champions 2024/2025 antara PSG vs Inter Milan. (Dok: Instagram Erick Thohir)
JawaPos.com-Ketua Umum PSSI Erick Thohir nonton bareng (nobar) final Liga Champions 2024/2025 bersama tim pelatih Timnas Indonesia yang dipimpin Patrick Kluivert. Dia menyaksikan tim kesayangannya, Nerazzurri dibantai PSG dengan skor telak.
Final Liga Champions 2024/2025 antara PSG vs Inter Milan telah berlangsung di Allianz Arena, Muenchen, Jerman, pada Sabtu (31/5) malam waktu setempat atau Minggu (1/6) dini hari WIB. Pertandingan ini menarik perhatian seluruh penggemar sepak bola dunia.
Final Liga Champions 2024/2025 mempertemukan tim asal Prancis melawan klub dari Italia. Baik PSG maupun Inter Milan termasuk dua tim tangguh di Eropa saat ini.
Seluruh mata pun tertuju pada laga final tersebut. Tak terkecuali Erick Thohir dan tim kepelatihan Timnas Indonesia. Kebetulan mereka sedang bersama karena skuad Garuda akan bertanding di dua laga terakhir grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam unggahannya, Erick Thohir nobar dengan Patrick Kluivert beserta dua asistennya di Timnas Indonesia, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
"Nonton final Liga Champions antara PSG vs Inter Milan bersama staf pelatih Timnas Indonesia, coach Patrick Kluivert, coach Denny Landzaat, coach Alex Pastoor dan lainnya," tulis Erick Thohir dalam Instagram pribadinya.
Dalam video tersebut, tampak Erick Thohir dan Kluivert duduk bersebelahan. Keduanya beberapa kali berbincang membicarakan jalannya pertandingan.
"Kita banyak diskusi tentang gaya permainan kedua tim yang beda gaya. PSG yang berani menguasai bola dan bermain menyerang, melawan Inter yang lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik," kata Erick.
Sayangnya, Inter Milan yang pernah dimiliki dan dipimpin Erick Thohir, tak mampu meraih kemenangan. Bahkan Nerazzurri harus bertekuk lutut dengan skor telak 0-5 dari PSG.
Gawang Inter Milan yang dikawal Yann Sommer dibobol lima kali oleh Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia, Senny Mayulu, dan brace Desire Doue. Hasil ini pun mencatatkan sejarah kelam.
Kekalahan Inter 0-5 dari PSG menjadi pembantaian terbesar dalam final Liga Champions. Hasil itu lebih mengerikan ketimbang pembantaian terakhir yang terjadi pada 1994 atau saat masih bernama Piala Champions. Saat itu rival sekota Inter Milan, AC Milan mengalahkan Barcelona 4-0 di Athena.
"Comeback stronger Inter next season (Kembali lebih kuat Inter di musim depan)," tulis Erick Thohir merespons hasil final Liga Champions 2024/2025.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
