
Eduardo Perez saat bertugas bersama legenda Barcelona Xavi Hernandez. (Cadena SER)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dikabarkan tengah mendekati sosok pelatih anyar yang memiliki pengalaman internasional di dunia sepak bola. Nama Eduardo Perez Moran mencuat sebagai kandidat kuat untuk menukangi Green Force di Liga 1 Indonesia 2025/2026.
Sinyal kedekatan antara Eduardo Perez dan Persebaya Surabaya dibocorkan langsung oleh mantan pelatih Bali United, Stefano Cugurra.
Dalam sebuah wawancara, Teco menyebut sosok pelatih asal Spanyol yang pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia dan asisten pelatih Persija Jakarta.
“Ya mereka (manajemen Persebaya) juga punya pilihan lain juga, saya tahu yang pelatih Spanyol, mantan pelatih kiper dari Timnas dan juga pernah sebagai asisten di Persija, sudah pernah lawan saya juga dan pernah di Sleman juga,” ucap Teco, Jumat (23/5/2025) malam.
Profil tersebut jelas mengarah kepada Eduardo Perez, pria Spanyol yang kenyang pengalaman di berbagai level sepak bola dunia. Ia juga pernah bergabung dengan PSS Sleman dan menjadi bagian dari tim pelatih dengan reputasi tinggi.
Eduardo Perez bukan nama asing di dunia kepelatihan Indonesia, terutama bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti Liga 1 sejak beberapa musim lalu. Namun, jejak kariernya tak hanya terbatas di Asia Tenggara.
Perez memulai kariernya sebagai pemain di Segunda División Spanyol bersama klub Lleida. Ia kemudian mengembangkan kemampuannya sebagai analis dan asisten pelatih di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Indonesia.
Salah satu pencapaian tertingginya adalah saat membantu APOEL FC, klub asal Siprus yang tampil di Liga Champions Eropa. Ia juga sempat menjadi bagian dari tim pelatih di Girona FC, klub La Liga yang tengah naik daun di Spanyol.
Yang menarik, Eduardo Perez juga pernah melatih Xavi Hernandez saat sang legenda Barcelona bermain di Qatar. Pengalamannya melatih pemain kelas dunia menjadi bukti kualitas dan kredibilitasnya dalam menangani tim.
Sejak 2021, Perez tinggal di Brooklyn, Amerika Serikat dan menjabat sebagai direktur metodologi dan pelatih di Brooklyn United Academy (BUA). Klub ini adalah salah satu akademi sepak bola terbesar di New York dengan lebih dari 3.000 pemain muda.
Di akademi tersebut, Perez menanamkan filosofi permainan yang mengutamakan penguasaan bola dan pemahaman taktik sejak usia dini. Ia percaya pemain muda harus menikmati permainan agar proses pembelajaran berjalan efektif.
“Filosofi kami jelas, anak-anak harus bersenang-senang, dan momen paling menyenangkan bagi mereka adalah saat menguasai bola,” kata Perez dikutip dari Brooklyn Paper.
Ia menekankan pentingnya permainan posisi dan latihan melewati garis pertahanan lawan. Tim-tim binaannya di BUA menunjukkan perkembangan pesat dalam waktu singkat. Salah satunya adalah tim BG2009 National, yang baru-baru ini menjuarai turnamen di SUNY Rockland Community College dengan rekor tak terkalahkan.
Eduardo mengaku kepuasan melatih anak-anak datang dari proses jangka panjang yang ia jalani bersama mereka.
“Melatih pemain profesional fokus pada hasil cepat, tapi melatih anak-anak lebih bermakna karena mereka belajar sangat cepat,” ujarnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
