
Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda. (Media Persebaya)
JawaPos.com–Klub-klub Liga 1 membutuhkan dana hingga puluhan miliar untuk bisa berlaga selama satu musim. Dana tersebut digunakan untuk biaya-biaya operasional klub serta saat bertanding.
Setiap tim harus dalam kondisi finansial yang kuat agar bisa terus bertahan di Liga 1. Tidak hanya dari aspek posisi klasemen, tetapi juga memenuhi seluruh kebutuhan klub, salah satunya gaji pemain.
Presiden klub Persebaya Azrul Ananda membocorkan sejumlah aspek yang dibutuhkan sebagai sumber pemasukan bagi klub. Termasuk bagi Persebaya sendiri.
Mengutip dari akun YouTube Persebaya Surabaya, setidaknya ada empat aspek atau sumber pemasukan bagi klub. Yakni sponsor, apparel dan merchandise, hak siar, dan tiket pertandingan.
1. Sponsor
Sponsor bisa menjadi sumber pemasukan terbesar klub. Tidak cukup jika hanya memiliki satu sponsor saja, sehingga jersey klub peserta Liga 1 tak jarang terpampang banyak iklan.
"Klub membutuhkan dana lebih dari lima miliar untuk biaya operasional klub. Jadi jangan heran kalau pada jersey klub-klub di Indonesia banyak terpampang sponsor bahkan sampai di bagian belakang jersey, karena memang membutuhkan dana yang banyak untuk memenuhi biaya operasional," ujar Azrul.
Dia menerangkan, perusahaan atau produk menjadi sponsor klub juga tergantung dari sejumlah faktor. Sulai dari seberapa besar klub tersebut, dari wilayah mana asalnya, hingga reputasi suporter.
"Kalau klub punya nama besar, tapi tidak punya penggemar, nilai sponsornya juga tidak besar. Lalu kalau klubnya bermarkas di kota besar, punya banyak penggemar, tapi penggemarnya suka bikin rusuh, sponsor juga tidak terlalu tertarik menyeponsori," terang Azrul.
2. Apparel dan Merchandise
Klub dengan apparel terkenal juga bukan jaminan akan menghasilkan dana yang besar. Menurut Azrul, hal itu juga tergantung dari pihak apparel.
"Jika klub memakai apparel merek terkenal, itu juga belum tentu pihak apparel menyuntikkan dana yang besar. Karena bisa saja dana yang diberikan tidak terlalu besar, sehingga dalam hal ini, apparel tersebut lebih cenderung sebagai gengsi (meningkatkan value klub pengguna apparel tersebut)," imbuh Azrul.
Dia menjelaskan, nilai pemasukan dari penjualan merchandise juga tidak terlalu besar, karena penjualannya tidak terlalu besar.
"Jika ingin penjualan merchandise banyak, merchandise yang dijual juga harus banyak dan tersebar secara masif, dan untuk melakukannya perlu biaya produksi yang besar," kata Azrul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022