
Liga 1 Indonesia. (Dok. PT LIB)
JawaPos.com–PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) bakal mengirimkan proposal terkait menambah kuota pemain asing di kompetisi Liga 1 musim depan. Rupanya, rencana tersebut menuai sorotan dari media Vietnam.
Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus mengatakan, setiap klub diizinkan untuk mendaftarkan hingga 11 pemain asing. Dari 11 pemain tersebut, maksimal hanya delapan pemain yang bisa bermain dalam satu pertandingan. Jumlah ini bertambah dari delapan pemain asing di musim ini dengan enam di antaranya bisa bermain dalam satu laga.
"Untuk musim depan, yang didaftarkan 11 pemain asing, yang main delapan. Tentu PSSI yang ambil keputusan," kata Ferry dilansir dari laman LIB.
Meski demikian, regulasi ini masih dalam tahap pembahasan dan belum finalisasi. Ferry menambahkan, untuk musim 2026/2027, PT LIB berencana agar sebelas pemain asing yang didaftarkan dapat semuanya dimainkan secara bersamaan, namun hal ini masih menunggu persetujuan dari PSSI.
“Kalau feeling saya rasanya belum dipenuhi, tapi apakah delapan pemain asing didaftarkan dan kedelapannya boleh main, saya belum punya feeling sampai ke sana,” jelas Ferry.
Ferry menambahkan bahwa usulan ini dibuat agar klub-klub Indonesia bisa bersaing di kompetisi antar klub Asia. Dengan begitu, peringkat Liga 1 juga diharapkan akan mengalami peningkatan dan bisa menambah jatah tiket ke pentas Asia.
"Kalau yang Liga 1 itu memang ide awalnya karena memang karena kita mau compete di Asia, jadi bukan karena harga pemain lokal mahal dan sebagainya," jelas Ferry.
"Mulai musim ini, di Asia sudah bebas (kuota pemain asing). Berangkat dari itu, makanya kami buat proposalnya untuk tiga tahun ke depan," imbuh dia.
Rencana tersebut langsung mendapatkan sorotan dari media Vietnam, Soha. Bahkan mereka menyindir langkah yang dilakukan PT LIB dengan bentuk tulisan lewat judulnya, mereka menggunakan frasa sepak bola Indonesia melakukan hal unik di Asia.
Menurut Soha, jika proposal atau wacana ini diresmikan, peluang klub Liga 1 untuk menarik minat pesepak bola asing makin besar. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan level kompetisi dan agar Liga 1 menarik atensi," tulis Soha.
"Dengan memperbolehkan lebih banyak pesepak bola asing, maka akan tercipta kondisi di mana klub Liga 1 bisa memikat pemain bertalenta dari seluruh dunia, sekaligus memberikan pemain muda lokal Indonesia untuk belajar," sambungnya.
Soha kemudian memberikan sisi negatif terkait penambahan 11 pemain asing. Menurut mereka makin banyak pemain asing, maka makin sulit kesempatan bagi para pemain lokalnya untuk mendapatkan menit bermain.
"Akan tetapi, minusnya adalah pemain domestik akan kesulitan mendapatkan kesempatan bermain. Belajar saja tanpa praktik di lapangan akan sulit!" papar Soha.
"Perubahan ini tidak hanya menciptakan lanskap baru dalam persepakbolaan Indonesia, tetapi juga memunculkan masalah dalam pengembangan pesepak bola muda," tulisnya lagi.
Soha membandingkan dengan kuota pemain asing di liga-liga teratas Asia seperti Jepang, Arab Saudi, Tiongkok, dan Korea Selatan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
