Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA
JawaPos.com-Menjelang dua pertandingan terakhir Liga 1 2024/2025, Persebaya Surabaya memasang target tinggi. Tim berjuluk Green Force itu bertekad mengamankan enam poin penuh dalam dua laga sisa melawan Borneo FC dan Bali United demi menjaga asa finis di posisi kedua klasemen sekaligus meraih tiket ke kompetisi Asia musim depan.
Kapten Persebaya, Bruno Moreira, menegaskan bahwa seluruh tim akan mengerahkan kemampuan maksimal dalam dua laga penentuan tersebut.
"Kami masih hidup dalam persaingan. Kami tahu dua pertandingan terakhir sangat penting. Jadi, fokus kami hanya satu, menang," tegas Bruno.
Hingga pekan ke-32, Persebaya bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan 55 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Dewa United di peringkat kedua dengan 57 poin. Meski selisih poin tidak besar, Persebaya harus menyapu bersih dua pertandingan tersisa dan berharap Dewa United tergelincir di pekan-pekan terakhir.
Namun, perjuangan Persebaya tidak akan mudah. Mereka baru saja melalui periode sulit dengan tiga hasil imbang beruntun, termasuk saat ditahan 1-1 oleh Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5). Dalam laga tersebut, Green Force bahkan tertinggal lebih dulu lewat gol Cornelius Stewart pada menit ke-35, sebelum Bruno Moreira menyamakan kedudukan di menit ke-65.
Kekecewaan terlihat jelas di wajah Bruno usai pertandingan.
"Kami sudah tiga kali berturut-turut seri. Lawan Persik Kediri, kami buang banyak peluang. Hari ini pun sama. Ini tidak bisa terus terjadi," ungkapnya.
Pertandingan melawan Semen Padang tidak hanya menegangkan di dalam lapangan, tetapi juga memanas di luar lapangan. Duel tersebut sempat ditunda akibat hujan deras yang mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo secara tiba-tiba. Meski begitu, pertandingan tetap berlanjut dalam intensitas tinggi.
Salah satu momen krusial terjadi di menit ke-84, ketika Dejan Tumbas sempat mencetak gol bagi Persebaya. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR memutuskan offside. Keputusan itu memicu reaksi keras dari bangku cadangan Persebaya, termasuk pelatih Paul Munster yang terlihat beradu argumen dengan staf pelatih Semen Padang, FX Yanuar.
Keributan ini memaksa wasit Adham Mohammed Tumah Makhadmeh mengusir kedua pelatih keluar lapangan dengan kartu merah. Keputusan tersebut menjadi catatan disiplin kelima bagi Munster musim ini, setelah sebelumnya mengoleksi empat kartu kuning.
Kartu merah tersebut berdampak serius pada persiapan Persebaya jelang laga krusial kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5). Munster dipastikan absen mendampingi tim di laga tersebut. Kehilangannya di sisi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi Green Force, mengingat Borneo FC adalah pemuncak klasemen sementara.
Selain menghadapi Borneo FC, Persebaya juga akan melakoni laga pemungkas melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (25/5). Pertandingan tersebut akan menjadi ajang pembuktian terakhir bagi Persebaya, apakah mereka mampu finis di posisi dua besar atau justru terpuruk di peringkat ketiga. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
