Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 20.21 WIB

Misi Hidup dan Mati: Persebaya Kejar Tiket ke Asia di Tengah Drama Kartu Merah Paul Munster

Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA

JawaPos.com-Menjelang dua pertandingan terakhir Liga 1 2024/2025, Persebaya Surabaya memasang target tinggi. Tim berjuluk Green Force itu bertekad mengamankan enam poin penuh dalam dua laga sisa melawan Borneo FC dan Bali United demi menjaga asa finis di posisi kedua klasemen sekaligus meraih tiket ke kompetisi Asia musim depan.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, menegaskan bahwa seluruh tim akan mengerahkan kemampuan maksimal dalam dua laga penentuan tersebut.

"Kami masih hidup dalam persaingan. Kami tahu dua pertandingan terakhir sangat penting. Jadi, fokus kami hanya satu, menang," tegas Bruno.

Hingga pekan ke-32, Persebaya bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan 55 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Dewa United di peringkat kedua dengan 57 poin. Meski selisih poin tidak besar, Persebaya harus menyapu bersih dua pertandingan tersisa dan berharap Dewa United tergelincir di pekan-pekan terakhir.

Namun, perjuangan Persebaya tidak akan mudah. Mereka baru saja melalui periode sulit dengan tiga hasil imbang beruntun, termasuk saat ditahan 1-1 oleh Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5). Dalam laga tersebut, Green Force bahkan tertinggal lebih dulu lewat gol Cornelius Stewart pada menit ke-35, sebelum Bruno Moreira menyamakan kedudukan di menit ke-65.

Kekecewaan terlihat jelas di wajah Bruno usai pertandingan.

"Kami sudah tiga kali berturut-turut seri. Lawan Persik Kediri, kami buang banyak peluang. Hari ini pun sama. Ini tidak bisa terus terjadi," ungkapnya.

Pertandingan melawan Semen Padang tidak hanya menegangkan di dalam lapangan, tetapi juga memanas di luar lapangan. Duel tersebut sempat ditunda akibat hujan deras yang mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo secara tiba-tiba. Meski begitu, pertandingan tetap berlanjut dalam intensitas tinggi.

Salah satu momen krusial terjadi di menit ke-84, ketika Dejan Tumbas sempat mencetak gol bagi Persebaya. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR memutuskan offside. Keputusan itu memicu reaksi keras dari bangku cadangan Persebaya, termasuk pelatih Paul Munster yang terlihat beradu argumen dengan staf pelatih Semen Padang, FX Yanuar.

Keributan ini memaksa wasit Adham Mohammed Tumah Makhadmeh mengusir kedua pelatih keluar lapangan dengan kartu merah. Keputusan tersebut menjadi catatan disiplin kelima bagi Munster musim ini, setelah sebelumnya mengoleksi empat kartu kuning.

Kartu merah tersebut berdampak serius pada persiapan Persebaya jelang laga krusial kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5). Munster dipastikan absen mendampingi tim di laga tersebut. Kehilangannya di sisi lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi Green Force, mengingat Borneo FC adalah pemuncak klasemen sementara.

Selain menghadapi Borneo FC, Persebaya juga akan melakoni laga pemungkas melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (25/5). Pertandingan tersebut akan menjadi ajang pembuktian terakhir bagi Persebaya, apakah mereka mampu finis di posisi dua besar atau justru terpuruk di peringkat ketiga. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore