Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 18.06 WIB

Ricky Nelson Ungkap Kemampuan Terpendam Persija Jakarta yang Tak Mampu Dimanfaatkan Carlos Pena

Dony Tri Pamungkas merasakan perubahan peran di Persija Jakarta sejak ditangani oleh Ricky Nelson. (Dok. Persija Media)

 

JawaPos.com - Karteker Persija Jakarta Ricky Nelson memamerkan kepiawaiannya sebagai pelatih saat mengalahkan Bali United FC. Eks juru taktik Persipura Jayapura itu mampu mengungkap kekuatan besar Macan Kemayoran, yang selama ini tak mampu dimanfaatkan oleh pelatih Carlos Pena.

Ricky Nelson memainkan pertandingan keduanya bersama Persija Jakarta melawan Bali United FC. Setelah dikalahkan Borneo FC Samarinda dalam debutnya sebagai pelatih sementara Macan Kemayoran, Ricky Nelson berhasil meraih kemenangan pertamanya di laga kedua.

Persija Jakarta besutan Ricky Nelson sukses menghajar Bali United FC dengan skor telak 3-0 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/5) malam. Tiga gol Macan Kemayoran dicetak oleh Gustavo Almeida (8', 73') dan Witan Sulaeman (53').

Dalam laga itu, Ricky Nelson melakukan perubahan formasi Persija Jakarta. Dia coba menggunakan skema empat bek, di mana biasanya Macan Kemayoran di tangan Carlos Pena memakai formasi tiga bek.

Kuartet Pablo Andrade, Rizky Ridho, Hansamu Yama Pranata, dan Firza Andika jadi kuartet lini belakang Persija. Kemudian Hanif Sjahbandi dipercaya jadi gelandang bertahan, dengan dibantu oleh empat gelandang tengah dan sayap di depannya.

Dony Tri, Maciej Gajos, Ryo Matsumura, dan Witan Sulaeman jadi empat gelandang yang menopang lini tengah Persija Jakarta. Mereka juga jadi pelayan untuk bomber Gustavo Almeida.

Meski formasi berubah, mengejutkannya permainan Persija Jakarta terasa lebih cair. Lini pertahanan lumayan solid dan lini tengah serta depan cukup tajam, sukses menjadi ancaman untuk Bali United FC. Tiga gol jadi bukti keberhasilan formasi tersebut.

Ricky Nelson mengungkapkan, perubahan formasi dilakukan olehnya karena komposisi pemain yang ada dirasa mampu menerapkannya. Apalagi, Persija punya deretan winger yang cukup berkualitas karena kecepatan dan kemampuannya seperti Witan Sulaeman dan Dony Tri Pamungkas.

"Persija punya banyak winger bagus sebenarnya, Witan punya kemampuan luar biasa, Dony punya kemampuan luar biasa, Ryo jago dalam hal kombinasi, main antarlini bagus dan itu yang menjadi catatan saya selama ini," ungkap Ricky Nelson usai laga.

Menurut Ricky, formasi ini ia temukan setelah mempelajari matang-matang komposisi skuad dan kemampuan masing-masing pemainnya. Strategi ini berbeda dengan yang dimainkan Persija selama ditangani Carlos Pena.

"Pertanyaannya kenapa enggak dari awal (formasi empat bek) ya? Kan bukan saya pelatihnya. Jadi setelah kita mempelajari semua yang ada di Persija, setelah ada tugas, saya bilang ke teman-teman kita mau bikin Persija lebih agresif," terang Ricky.

"Poinnya itu. Karena kalau gak agresif, kita gak bisa ladenin tim-tim seperti Bali, Borneo, tim-tim atas lah. Solusinya harus agresif dengan apa yang kita punya. Kita punya Witan, kita punya winger-winger cepat juga. Enggak kalah juga dari mereka," imbuhnya.

Di satu sisi, Ricky Nelson menyadari bahwa strateginya ini termasuk eksperimen dan riskan. Tapi, dia berani melakukannya dan akhirnya membuahkan hasil.

"Ya itu resiko yang saya ambil hari ini dan ya hari ini, malam ini bisa berjalan di game ini. Tapi itu yang Persija punya. Jadi yang bisa kita permainkan malam ini ya seperti ini. Kalau kamu tanya kenapa bukan dari awal? ya itu saya enggak bisa jawab, kan bukan saya," pungkasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore