
Yakob dan Yance Sayuri menuntut keadilan atas aksi rasisme usai laga kontra Persib. (@appi.official)
JawaPos.com–Kasus rasisme di dunia sepak bola Indonesia kembali mencuat. Kali ini, dua pemain Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan oknum suporter Persib Bandung setelah pertandingan Liga 1 2024-2025 di Stadion Kie Raha, Jumat (2/5).
Setelah mengalahkan Persib, Sayuri bersaudara mendapat perlakuan yang tidak terpuji melalui pesan langsung (direct message) di Instagram dari sejumlah akun oknum suporter Persib. Akun-akun tersebut mengirimkan ujaran kebencian dengan sentimen rasis, membuat kedua pemain tersebut merasa terganggu dan akhirnya melayangkan somasi terhadap akun-akun yang bersangkutan.
Melalui surat somasi yang difasilitasi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Yakob dan Yance secara resmi menuntut pertanggungjawaban dari empat akun yang mereka anggap telah melakukan tindakan rasisme.
Akun yang tercatat dalam somasi tersebut antara lain @pikz97 (Taopik Rohman), @anggarama88 (Rama Ramadan), @rio.ramdani, dan @hadifikri04 (Fikri Hadi Nugraha). Selain itu, dua akun lain, @gcattur dan @kadekagung45 (Kadek Agung Wardana), juga dilaporkan karena melakukan tindakan yang lebih buruk, termasuk menghina keluarga dan anak-anak Yakob dan Yance.
Melalui somasi itu, Sayuri bersaudara memberikan waktu 1x24 jam bagi pemilik akun-akun tersebut untuk meminta maaf secara langsung. Jika tidak ada respons positif dalam waktu yang ditentukan, mereka mengancam akan melanjutkan ke jalur hukum, termasuk melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.
Yakob Sayuri, yang turut menjadi korban, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan yang semakin parah dan berlebihan tersebut. Dia menegaskan, ucapan dan tindakan rasis sudah tidak dapat diterima lagi, dan bahkan keluarga mereka pun menjadi sasaran.
"Kami sering kali kena ucapan dan tindakan rasis, semakin ke sini semakin berlebihan dan parah, bahkan mereka menghina keluarga kami," tulis Yakob melalui akun Instagramnya, dikutip Senin (5/5).
Dia menambahkan, pelaku rasisme seharusnya dilarang berada di lingkungan sepak bola, karena sepak bola adalah sarana untuk merayakan keberagaman, bukan diskriminasi.
Tindakan rasisme ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua PSSI Erick Thohir. Dia dengan tegas menolak segala bentuk rasisme dalam dunia sepakbola.
"Saya selalu menolak rasisme dalam bentuk apapun di sepak bola. Tidak boleh ada perlakuan, ujaran atau apapun yang berbau rasisme dalam sepak bola khususnya di Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme di dunia," ungkap Erick Thohir melalui akun Instagram.
Kasus ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan menghormati keragaman dalam sepak bola Indonesia. Rasisme hanya akan merusak sportivitas dan keberagaman yang seharusnya dijunjung tinggi di setiap pertandingan.
Kini, bola ada di tangan para pelaku rasisme dan pihak berwenang untuk memberikan respons yang adil dan tegas.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
