
Yuran Fernandes absen jelang duel panas PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSM)
JawaPos.com - Bek sekaligus kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, menyampaikan kritik pedas terhadap kinerja wasit usai laga melawan PSS Sleman yang digelar Sabtu (3/5) di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan pekan ke-31 Liga 1 musim 2024/2025 itu berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk PSM Makassar dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Nendi Rohaendi.
Yuran Fernandes sempat mencetak gol pada menit ke-12, namun gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR. Ia dianggap melakukan pelanggaran dengan mendorong pemain PSS sebelum menjebol gawang. PSM akhirnya membuka keunggulan melalui Nermin Haljeta pada menit ke-24, namun langsung dibalas PSS dua menit kemudian oleh Dominikus Dion.
Kontroversi kembali muncul saat pemain PSM, Fahrul Aditia, terlihat dijatuhkan di area penalti lawan, namun wasit tidak memberikan penalti. Di babak kedua, PSS berbalik unggul melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-60. Gol tersebut juga diprotes karena diduga terjadi pelanggaran terhadap pemain PSM, Syahrul Lasinari, namun wasit tetap mengesahkannya usai meninjau VAR.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Yuran menyampaikan kekecewaannya secara terang-terangan. Ia menilai wasit tidak memimpin laga secara adil dan bahkan menyindir bahwa wasit justru seolah membantu tim tuan rumah.
"Saya kira semua tahu dan melihat apa yang terjadi. Wasit datang ke sini untuk membantu Sleman," ujarnya dengan nada kecewa.
Ia juga menyebut bahwa wasit yang memimpin laga tidak layak berada di Liga 1.
"Saya harap wasit ini keluar dari Liga 1, Liga 2, dan jika perlu kariernya selesai di Liga 3," tegas Yuran.
Pemain asal Tanjung Verde ini menambahkan bahwa PSM baru saja melakukan perjalanan jauh dari Vietnam dan tidak meminta perlakuan khusus, melainkan hanya ingin keadilan di lapangan. Menurutnya, kinerja wasit mencederai semangat fair play dan tidak menghargai perjuangan kedua tim.
"Wasit tidak menghormati kerja keras kami maupun Sleman yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi," imbuhnya.
Kritik Berlanjut ke Media Sosial
Kritik Yuran tidak berhenti di ruang konferensi pers. Melalui akun Instagram pribadinya @yu4anfernandes, ia kembali menyuarakan rasa kecewanya pada Minggu (4/5). Ia mengunggah cuplikan video golnya yang dianulir, lalu membandingkannya dengan gol serupa yang terjadi dalam pertandingan Liverpool di Liga Inggris yang tetap disahkan.
Dalam unggahan tersebut, Yuran secara gamblang menyebut bahwa sepak bola di Indonesia hanyalah sebuah lelucon, dan menyinggung soal korupsi serta kualitas kompetisi.
"Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama," tulis Yuran.
Ia juga menyampaikan sindiran keras terhadap pemain asing yang datang ke Indonesia:
"Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Tapi jika Anda ingin bermain sepak bola serius, lebih baik menjauh dari Indonesia."

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
