Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 17.48 WIB

Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes Kritik Sepak Bola Indonesia, Disebutnya Hanya Cocok untuk Cari Uang, Bukan Main Serius

Yuran Fernandes absen jelang duel panas PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSM) - Image

Yuran Fernandes absen jelang duel panas PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSM)

JawaPos.com - Bek sekaligus kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, menyampaikan kritik pedas terhadap kinerja wasit usai laga melawan PSS Sleman yang digelar Sabtu (3/5) di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan pekan ke-31 Liga 1 musim 2024/2025 itu berakhir dengan kekalahan 1-3 untuk PSM Makassar dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Nendi Rohaendi.

Yuran Fernandes sempat mencetak gol pada menit ke-12, namun gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR. Ia dianggap melakukan pelanggaran dengan mendorong pemain PSS sebelum menjebol gawang. PSM akhirnya membuka keunggulan melalui Nermin Haljeta pada menit ke-24, namun langsung dibalas PSS dua menit kemudian oleh Dominikus Dion.

Kontroversi kembali muncul saat pemain PSM, Fahrul Aditia, terlihat dijatuhkan di area penalti lawan, namun wasit tidak memberikan penalti. Di babak kedua, PSS berbalik unggul melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-60. Gol tersebut juga diprotes karena diduga terjadi pelanggaran terhadap pemain PSM, Syahrul Lasinari, namun wasit tetap mengesahkannya usai meninjau VAR.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Yuran menyampaikan kekecewaannya secara terang-terangan. Ia menilai wasit tidak memimpin laga secara adil dan bahkan menyindir bahwa wasit justru seolah membantu tim tuan rumah.

"Saya kira semua tahu dan melihat apa yang terjadi. Wasit datang ke sini untuk membantu Sleman," ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga menyebut bahwa wasit yang memimpin laga tidak layak berada di Liga 1.

"Saya harap wasit ini keluar dari Liga 1, Liga 2, dan jika perlu kariernya selesai di Liga 3," tegas Yuran.

Pemain asal Tanjung Verde ini menambahkan bahwa PSM baru saja melakukan perjalanan jauh dari Vietnam dan tidak meminta perlakuan khusus, melainkan hanya ingin keadilan di lapangan. Menurutnya, kinerja wasit mencederai semangat fair play dan tidak menghargai perjuangan kedua tim.

"Wasit tidak menghormati kerja keras kami maupun Sleman yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi," imbuhnya.

Kritik Berlanjut ke Media Sosial

Kritik Yuran tidak berhenti di ruang konferensi pers. Melalui akun Instagram pribadinya @yu4anfernandes, ia kembali menyuarakan rasa kecewanya pada Minggu (4/5). Ia mengunggah cuplikan video golnya yang dianulir, lalu membandingkannya dengan gol serupa yang terjadi dalam pertandingan Liverpool di Liga Inggris yang tetap disahkan.

Dalam unggahan tersebut, Yuran secara gamblang menyebut bahwa sepak bola di Indonesia hanyalah sebuah lelucon, dan menyinggung soal korupsi serta kualitas kompetisi.

"Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama," tulis Yuran.

Ia juga menyampaikan sindiran keras terhadap pemain asing yang datang ke Indonesia:

"Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Tapi jika Anda ingin bermain sepak bola serius, lebih baik menjauh dari Indonesia."

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore