Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 06.26 WIB

PSIS Semarang Hadapi Bali United Setelah Memecat Gilbert Agius, Berharap Hasil Positif Pada Caretaker Muhammad Ridwan

PSIS Semarang. (Dok. PSIS Semarang) - Image

PSIS Semarang. (Dok. PSIS Semarang)

JawaPos.com–Pertandingan antara Bali United melawan PSIS Semarang akan jadi laga pembuka pekan ke-31 di Liga 1 musim 2024-25. PSIS Semarang dalam situasi hidup dan mati dalam menentukan nasibnya di Liga 1.

Pertandingan melawan tuan rumah Bali United akan jadi pertandingan pertama kali PSIS Semarang tanpa pelatih utama, Gilbert Agius. Manajemen klub resmi berpisah dengan pelatih berkebangsaan Malta pada 29 April.

PSIS Semarang mengungkapkan alasannya dimana pelatih Gilbert Agius gagal membawa Laskar Mahesa Jenar meraih hasil positif. PSIS Semarang bahkan gagal meraih kemenangan dalam 10 pertandingan beruntun setelah terakhir kali terjadi pada Januari.

PSIS Semarang menang melawan PSBS Biak dengan skor 3-1 dan selebihnya selalu mengalami hasil imbang maupun kekalahan. PSIS Semarang saat ini bertengger di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 25 poin dari 30 pertandingan. Masing-masing dari 6 kali menang, 7 kali imbang, dan 17 kali kalah.

PSIS Semarang juga baru mencatat 26 gol dan kebobolan 44 gol. Catatan golnya menjadikan PSIS Semarang jadi tim dengan catatan gol paling sedikit di Liga 1 musim 2024-25.

PSIS Semarang hanya kalah dari Persis Solo yang mencetak 29 gol dan Persita Tangerang yang mencetak 30 gol. Lini serang PSIS Semarang kerap kesulitan untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan sehingga selalu gagal untuk mampu memanfaatkan peluang yang coba diciptakan.

Dilansir dari Transfermarkt, kapten tim Septian David Maulana, jadi pencetak gol terbanyak untuk PSIS Semarang dengan total 5 gol bersama dengan Sudi Abdallah yang juga mencetak 5 gol. Sementara, Gali Freitas jadi pemain dengan total assist terbanyak dengan 4 assist disusul Septian David Maulana yang mencatat 3 assist dan Alfeandra Dewangga yang mencatat 2 assist.

PSIS Semarang memiliki modal berharga untuk menantang tuan rumah Bali United. Pelatih caretaker Muhammad Ridwan yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Gilbert Agius sudah turut bersama dengan anggota tim sejak lama.

Pelatih yang juga merupakan legenda klub PSIS Semarang itu membawa ekspektasi dan harapan dari manajemen dan penggemar untuk menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi. PSIS memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan sebab posisinya yang sedang berada di zona merah.

PSIS Semarang yang sudah mengemas 25 poin terpaut 3 poin dari Semen Padang di peringkat ke-16 dan 4 poin dari Barito Putera di peringkat ke-15. Kemenangan melawan Bali United akan membuat poin PSIS dan Semen Padang sama-sama 28 poin dan memperbesar peluang untuk bisa lolos dari jeratan degradasi.

Namun, PSIS tidak boleh hanya menang di laga melawan Bali United dengan memiliki kewajiban untuk memenangkan tiga pertandingan sisa berikutnya. PSIS Semarang memiliki catatan mengesankan dalam pertemuannya dengan Bali United di putaran pertama. Septian David Maulana cs berhasil menang di putaran pertama atas Bali United dengan skor 2-1 pada (11/12/24) di Stadion Jatidiri, Semarang.

Gol kemenangan PSIS Semarang dicetak Evandro Brandao dan Tri Setiawan sementara Bali United mencatat gol lewat Everton Nascimento. Kemenangan itu jadi poin kunci kebangkitan PSIS Semarang walaupun ditengah hasil negatif dalam perjalanan PSIS di putaran pertama.

PSIS akan mencoba untuk mengulangi memori kemenangan tersebut agar bisa menaklukkan Boris Kopitovic cs.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore