
PSIS Semarang. (Dok. PSIS Semarang)
JawaPos.com–Pertandingan antara Bali United melawan PSIS Semarang akan jadi laga pembuka pekan ke-31 di Liga 1 musim 2024-25. PSIS Semarang dalam situasi hidup dan mati dalam menentukan nasibnya di Liga 1.
Pertandingan melawan tuan rumah Bali United akan jadi pertandingan pertama kali PSIS Semarang tanpa pelatih utama, Gilbert Agius. Manajemen klub resmi berpisah dengan pelatih berkebangsaan Malta pada 29 April.
PSIS Semarang mengungkapkan alasannya dimana pelatih Gilbert Agius gagal membawa Laskar Mahesa Jenar meraih hasil positif. PSIS Semarang bahkan gagal meraih kemenangan dalam 10 pertandingan beruntun setelah terakhir kali terjadi pada Januari.
PSIS Semarang menang melawan PSBS Biak dengan skor 3-1 dan selebihnya selalu mengalami hasil imbang maupun kekalahan. PSIS Semarang saat ini bertengger di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 25 poin dari 30 pertandingan. Masing-masing dari 6 kali menang, 7 kali imbang, dan 17 kali kalah.
PSIS Semarang juga baru mencatat 26 gol dan kebobolan 44 gol. Catatan golnya menjadikan PSIS Semarang jadi tim dengan catatan gol paling sedikit di Liga 1 musim 2024-25.
PSIS Semarang hanya kalah dari Persis Solo yang mencetak 29 gol dan Persita Tangerang yang mencetak 30 gol. Lini serang PSIS Semarang kerap kesulitan untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan sehingga selalu gagal untuk mampu memanfaatkan peluang yang coba diciptakan.
Dilansir dari Transfermarkt, kapten tim Septian David Maulana, jadi pencetak gol terbanyak untuk PSIS Semarang dengan total 5 gol bersama dengan Sudi Abdallah yang juga mencetak 5 gol. Sementara, Gali Freitas jadi pemain dengan total assist terbanyak dengan 4 assist disusul Septian David Maulana yang mencatat 3 assist dan Alfeandra Dewangga yang mencatat 2 assist.
PSIS Semarang memiliki modal berharga untuk menantang tuan rumah Bali United. Pelatih caretaker Muhammad Ridwan yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Gilbert Agius sudah turut bersama dengan anggota tim sejak lama.
Pelatih yang juga merupakan legenda klub PSIS Semarang itu membawa ekspektasi dan harapan dari manajemen dan penggemar untuk menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi. PSIS memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan sebab posisinya yang sedang berada di zona merah.
PSIS Semarang yang sudah mengemas 25 poin terpaut 3 poin dari Semen Padang di peringkat ke-16 dan 4 poin dari Barito Putera di peringkat ke-15. Kemenangan melawan Bali United akan membuat poin PSIS dan Semen Padang sama-sama 28 poin dan memperbesar peluang untuk bisa lolos dari jeratan degradasi.
Namun, PSIS tidak boleh hanya menang di laga melawan Bali United dengan memiliki kewajiban untuk memenangkan tiga pertandingan sisa berikutnya. PSIS Semarang memiliki catatan mengesankan dalam pertemuannya dengan Bali United di putaran pertama. Septian David Maulana cs berhasil menang di putaran pertama atas Bali United dengan skor 2-1 pada (11/12/24) di Stadion Jatidiri, Semarang.
Gol kemenangan PSIS Semarang dicetak Evandro Brandao dan Tri Setiawan sementara Bali United mencatat gol lewat Everton Nascimento. Kemenangan itu jadi poin kunci kebangkitan PSIS Semarang walaupun ditengah hasil negatif dalam perjalanan PSIS di putaran pertama.
PSIS akan mencoba untuk mengulangi memori kemenangan tersebut agar bisa menaklukkan Boris Kopitovic cs.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
