Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 21.02 WIB

Rawan Ricuh, Larangan Suporter Tim Tamu Hadir di Stadion Tetap akan Berlaku Musim Depan

Ilustrasi suporter tim Liga 1 Indonesia. (Media Persija)  - Image

Ilustrasi suporter tim Liga 1 Indonesia. (Media Persija) 

JawaPos.com–Dalam dua pertandingan Persebaya kontra Persija musim ini, baik saat digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya maupun Gelora Bung Karno Jakarta, Bonek dan Jakmania membuktikan bahwa laga tetap berjalan kondusif. Dua kubu suporter hadir bersama di stadion.

Dari dua laga tersebut, sejumlah pihak juga berharap penonton tim tamu bisa hadir di stadion untuk mendukung tim kesayangannya dengan aman dan nyaman. Namun tampaknya hal itu masih belum akan mendapat lampu hijau dari PSSI karena Ketua Umum Erick Thohir mengisyaratkan larangan kehadiran suporter tim tamu akan tetap berlaku di Liga 1 musim depan.

Erick melanjutkan kebijakan itu bukan tanpa alasan, karena PSSI dan FIFA masih melihat adanya hal kritikal yang berpotensi terjadi jika suporter tim tamu hadir di stadion.

"FIFA bersama kami melihat masih banyak kejadian, home dan away ini tingkat kritikalnya masih tinggi," ujar Erick seperti dikutip dari Antara.

Dia juga menilai bahwa kehadiran dua kubu suporter di stadion tentu dibutuhkan tanggung jawab dan kesiapan yang lebih besar. Khususunya bagi penyelenggara liga maupun klub.

Antisipasi yang dilakukan juga akan lebih berat, karena potensi kerusuhan pasti ada, apalagi jika dua kubu suporter memiliki rivalitas yang tajam.

"Penyelenggaraan Liga 1 merupakan tentu tanggung jawab otoritas liga. Dan klub peserta juga harus bertanggung jawab dengan pertandingannya. Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, liga dan klub bertanggung jawab sepenuhnya," tegas Erick.

Meskipun demikian, jika pihak liga dan klub mampu bertanggung jawab penuh terhadap berbagai risiko kerawanan dan potensi kerusuhan, Erick akan dengan senang hati mempersilakan aturan tersebut dihapus untuk musim depan.

"Kalau nanti ada peristiwa seperti Kanjuruhan lagi, jangan sampai nanti saling menyalahkan dan tidak ada yang bertanggungjawab," ucap Erick.

Aturan mengenai larangan kehadiran suporter tim tamu memang diberlakukan dengan ketat di Liga 1 musim ini. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya kerusuhan.

Bahkan jika ada suporter yang berani melanggar, PSSI tidak segan-segan menjatuhkan sanksi denda bagi klub hingga puluhan juta rupiah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore