Joey Pelupessy tampil penuh saat debut bersama Timnas Indonesia melawan Bahrain di SUGBK. (@joeypelupessy )
JawaPos.com- Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, mengawali perjalanannya bersama skuad Garuda dengan tantangan yang tak mudah. Pemain berdarah Maluku yang kini resmi menjadi Warga Negara Indonesia sejak (10/3) itu mengakui bahwa latihan perdana di Jakarta menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam karier internasionalnya.
Pelupessy pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia pada Maret 2025, bergabung dengan rekan-rekannya di Sydney jelang laga menghadapi Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Namun, saat itu ia belum mendapatkan kesempatan tampil.
Kesempatan emas itu justru datang lima hari kemudian, saat Indonesia menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada (25/3). Dalam laga kedelapan Grup C tersebut, Joey tampil penuh selama 90 menit dan membantu Timnas meraih kemenangan tipis namun penting, 1-0 atas Bahrain. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia masih punya peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun di balik performa apiknya di lapangan, terdapat perjuangan besar yang harus dilalui Pelupessy. Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Haye Way, ia mengungkap bahwa kondisi cuaca di Jakarta membuatnya kewalahan. Suhu panas dan kelembaban tinggi menjadi tantangan besar, terutama bagi pemain yang belum pernah berlatih di iklim tropis.
"Oh ya, saya bilang ke Thom, Saya tidak bisa bernapas, kawan. Saya benar-benar tidak bisa bernapas," kenangnya.
Latihan intensif dengan format empat lawan empat dalam kondisi terik membuatnya kesulitan untuk mengatur napas.
Untungnya, Thom Haye, rekan setimnya yang lebih dulu beradaptasi dengan iklim Indonesia, memberikan motivasi dan saran.
"Saya bilang padanya, kamu akan terbiasa. Beri waktu beberapa hari, karena di stadion nanti, kondisinya bisa tiga kali lebih buruk," kata Thom.
Pelupessy mengakui bahwa dorongan dari Thom membantunya mempersiapkan diri secara mental. Ia pun bangga karena berhasil melalui masa adaptasi berat itu, hingga mampu bermain maksimal dalam debut resminya bersama skuad Garuda.
"Sulit sekali untuk bernapas dalam-dalam. Tapi ya, saya bisa mengatasinya saat pertandingan, jadi saya sangat senang," ungkap pemain yang kini memperkuat klub Belgia, Lommel SK.
Kini, usai meraih kemenangan penting atas Bahrain, skuad Garuda tengah memasuki masa jeda sebelum kembali berkumpul pada Juni 2025 mendatang. Mereka dijadwalkan menghadapi dua lawan berat, yaitu China dan Jepang dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
PSSI pun merencanakan menggelar pemusatan latihan (TC) sebelum dua laga krusial tersebut. TC ini diharapkan menjadi ajang penting bagi Pelupessy dan pemain lainnya untuk semakin beradaptasi dengan cuaca serta gaya permainan Timnas.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
