Pieter Huistra (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com - PSS Sleman sedang menghadapi situasi genting karena posisinya yang masih terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 1. Meski demikian, pelatih kepala Pieter Huistra masih menyimpan keyakinan tinggi bahwa tim Super Elang Jawa memiliki peluang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Pelatih asal Belanda tersebut menargetkan timnya bisa mengamankan sembilan poin dari empat pertandingan tersisa sebagai syarat minimal untuk menyelamatkan diri dari degradasi.
"Kami harus menang tiga pertandingan, kami punya peluang dan kami harus menang," tegasnya, Selasa (29/4).
Saat ini, PSS Sleman masih memiliki empat laga penting yang akan menjadi penentu nasib mereka. Laga-laga itu ibarat final bagi skuat asuhan Huistra dalam perjuangan bertahan di Liga 1 2024/2025.
Empat pertandingan itu meliputi duel kontra PSM Makassar (Sabtu, 3 Mei), bertandang ke markas PSIS Semarang (Jumat, 9 Mei), menjamu Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo (Sabtu, 17 Mei), dan terakhir melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan (Minggu, 25 Mei).
Empat pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir bagi Laskar Sembada untuk bangkit. Hingga pekan ke-30, mereka masih berada di posisi juru kunci dengan perolehan 22 poin dari 30 laga.
Tambahan tekanan datang dari hasil mengejutkan di papan bawah, di mana Semen Padang—yang sebelumnya juga berada di zona merah—berhasil mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di Pakansari Bogor (27/4). Kemenangan tersebut membuat persaingan menghindari degradasi makin ketat dan menyulitkan PSS Sleman.
"Itu juga sebuah tantangan yang besar. Pasti sangat sulit dengan situasi seperti ini untuk setiap pelatih," ujar Huistra menanggapi ketatnya persaingan.
Meski demikian, Pieter Huistra masih percaya timnya mampu meraih sembilan poin di sisa laga, dan ia kini fokus menjaga moral para pemain tetap positif sembari memperbaiki performa tim.
"Pergi dari pertandingan ke pertandingan untuk mengoleksi poin. Bagian terakhir adalah kami harus berkembang. Saya suka dengan pekerjaan saya. Jujur saja saya disambut dengan baik di Sleman, jadi semua suporter sangat positif dengan saya, dan saya suka itu," tandas pelatih berusia 57 tahun itu.
Peluang Tipis di Klasemen
Jika melihat posisi klasemen saat ini, PSS Sleman berada di dasar (peringkat ke-18) dengan 22 poin dan selisih 6 angka dari zona aman. Tim terdekat yang bisa disalip adalah Semen Padang (28 poin), Barito Putera (29 poin), hingga Persis Solo dan Madura United yang sama-sama mengantongi lebih dari 32 poin.
Dengan hanya empat laga tersisa, peluang PSS lolos dari degradasi secara matematis masih terbuka, asalkan mereka meraih setidaknya tiga kemenangan dan berharap tim-tim pesaing seperti Semen Padang, Barito Putera, dan PSIS mengalami kekalahan di laga-laga tersisa.
Namun, dengan tren negatif PSS dalam lima laga terakhir (hanya menang sekali dan kalah empat kali), serta performa pesaing yang relatif lebih baik, PSS harus mengandalkan keajaiban dan konsistensi maksimal jika ingin tetap berlaga di Liga 1 musim depan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
