
Asisten pelatih Uston Nawawi saat memberikan instruksi ke pemain. Skuad Persebaya Surabaya ingin kalahkan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Tabuhan drum dan nyanyian Bonek akan kembali membahana di Stadion Gelora Bung Tomo. Minggu, 20 April 2025 menjadi hari yang tidak biasa dalam kalender sepak bola Indonesia. Derbi Suramadu kembali digelar, mempertemukan dua rival klasik: Persebaya Surabaya dan Madura United. Pertarungan ini bukan sekadar soal tiga poin di klasemen.
Bagi Persebaya Surabaya, laga ini punya makna lebih dari sekadar rivalitas regional. Ini tentang harga diri, momentum, dan pembuktian sebagai tim papan atas.
Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara yang dikenal tenang dan penuh strategi, memahami betul tekanan yang mengiringi laga ini. Dua hasil imbang beruntun menjadi cermin timnya kokoh, tapi belum cukup tajam.
Dari ruang ganti tertutup, pesan tegas Munster bocor ke publik. “Kami harus menang,” katanya dengan nada tajam menyambut laga hadapi Madura United.
Munster sadar, kemenangan bukan hanya urusan klasemen. Ini tentang mentalitas, kebanggaan klub, dan keyakinan Persebaya Surabaya layak berada di papan atas.
Menariknya, ia tidak memulai persiapan dari taktik. Fokus pertama justru pemulihan dan kebugaran fisik.
Bagi Munster, kekuatan mental dan fisik adalah fondasi utama untuk meraih kemenangan. Taktik hanya jadi pelengkap dari kekuatan dasar itu.
Namun, ironi datang di momen genting. Dua pilar andalan, Bruno Moreira dan Malik Risaldi, dipastikan absen karena akumulasi kartu.
Padahal keduanya tengah dalam performa terbaik dan kerap jadi pembeda di laga-laga krusial. Absennya mereka tentu jadi kehilangan besar di lini serang.
Namun harapan belum pupus bagi Green Force. Francisco Rivera, sang pengatur serangan, kembali dari sanksi dan siap memimpin lini tengah.
Selain itu, Dejan Tumbas yang sempat absen dua pekan juga telah kembali berlatih penuh. Kehadirannya menambah kedalaman di sektor pengatur ritme permainan.
“Kami harus kembali ke mentalitas menang. Kami butuh tiga poin, bukan hanya untuk klasemen, tapi demi membuktikan bahwa kami pantas bersaing di papan atas,” kata Munster.
Ucapan itu jadi sinyal tak ada tempat untuk keraguan di tim ini. Dalam laga uji coba melawan Sang Maestro FC, klub Liga 4 Jatim, Munster tak menurunkan pemain inti. Uji coba itu bukan soal skor, tapi untuk mengasah pemain lapis kedua.
Para pemain cadangan diberi kesempatan untuk unjuk gigi dan menunjukkan kesiapan tempur. Munster ingin setiap pemain jadi seperti pisau tajam yang siap digunakan kapan saja.
“Kami butuh semua pemain dalam kondisi terbaik,” ujar Munster lagi. “Ketika panggilan itu datang, tidak boleh ada yang gugup.”

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
