
Pesepak bola Timnas Indonesia Rafael Struick pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selatan (19/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com- Sinar Rafael Struick di A-League Men 2024/2025 perlahan mulai meredup. Nama penyerang Timnas Indonesia itu kembali tak terlihat dalam daftar pemain Brisbane Roar saat melawat ke markas Melbourne City di Melbourne Rectangular Stadium, Jumat (11/4). Bukan hanya absen dari starting eleven, Struick bahkan tak tampak di bangku cadangan.
Ini menjadi kali ketiga secara beruntun Struick tidak masuk skuad pertandingan. Sebelumnya, ia juga dicoret saat Brisbane Roar menjamu Auckland FC dan Macarthur FC. Tanpa penjelasan resmi dari klub, publik hanya bisa berspekulasi: apakah ini akibat cedera, penurunan performa, atau sekadar keputusan taktikal dari pelatih Patrick Kluivert?
Yang jelas, situasi ini mempertegas kenyataan bahwa Rafael Struick tengah mengalami masa sulit di Australia. Sejak pekan ke-13 yang digelar Januari lalu, eks pemain ADO Den Haag itu mulai kehilangan tempatnya di tim utama. Dari 11 laga terakhir Brisbane Roar, Struick hanya tampil satu kali itu pun sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir laga kontra Adelaide United (8/3) yang lalu.
Lebih miris lagi, lima kali ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan, dan lima pertandingan sisanya bahkan tak masuk daftar susunan pemain sama sekali. Total menit bermainnya di 10 laga terakhir hanya tiga menit. Padahal, di awal musim, ia sempat menunjukkan potensi dengan mencetak gol ke gawang Sydney FC pada penampilan keduanya bersama Brisbane Roar.
Secara keseluruhan, Struick baru tampil dalam 10 pertandingan A-League musim ini, hanya dua kali menjadi starter, dengan catatan waktu bermain 239 menit. Ia juga sempat mencatatkan tiga penampilan tambahan di ajang lain, sehingga total sudah 13 kali membela klub barunya, namun kontribusinya belum konsisten.
Menariknya, periode absennya Struick berbarengan dengan tren buruk Brisbane Roar. Kekalahan 2-3 dari Melbourne City menjadi kekalahan ketiga beruntun yang mereka derita. Padahal, sempat unggul cepat lewat gol Asumah Abubakar di menit kesembilan, Roar malah tak mampu mempertahankan momentum.
Tuan rumah bangkit lewat gol-gol Marco Tilio dan Max Caputo, sebelum Keegan Jelacic menyamakan skor. Sayangnya, harapan meraih satu poin pupus setelah German Ferreyra mencetak gol penentu di menit ke-85.
Kini, Brisbane Roar terdampar di posisi ke-12 klasemen, hanya satu tingkat di atas juru kunci dengan koleksi 11 poin dari 23 pertandingan. Kontras dengan Melbourne City yang naik ke posisi kedua dengan 43 poin.
Sementara di level timnas, posisi Struick juga tak lagi sekuat dulu. Ia tak dipanggil oleh Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia menghadapi Bahrain pada FIFA Matchday (25/3) lalu. Padahal sebelumnya, ia termasuk salah satu andalan Garuda dalam berbagai laga penting, termasuk saat tampil di Piala Asia dan SEA Games. Kedatangan penyerang baru seperti Ole Romeny di Brisbane Roar semakin membuat persaingan di lini depan kian ketat.
Meski begitu, harapan belum sepenuhnya padam. Struick masih berpeluang dipanggil untuk laga penting Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Juni mendatang. Garuda dijadwalkan menjamu China di Jakarta pada (5/6), sebelum bertandang ke Jepang lima hari kemudian. Jika bisa kembali bersinar dalam waktu dekat, peluang Struick membela Merah Putih tetap terbuka lebar.
Laga berikutnya melawan Western United pada (17/4) bisa menjadi momentum penting. Pertanyaan besarnya apakah Patrick Kluivert akan kembali memberi kepercayaan pada Struick? Atau akankah sang pemain terus menjadi penonton dari luar lapangan?
Karier Rafael Struick kini ada di titik kritis. Waktu terus berjalan, dan penyerang muda ini harus segera membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan baik di Brisbane Roar maupun di Timnas Indonesia. Kebangkitan atau keterpinggiran?.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
