
Skuad Timnas Indonesia U-17 saat berhasil mengalahkan Yaman di Piala Asia U-17. (Dok. Timnas Indonesia)
JawaPos.com - Kompetisi yang bagus akan melahirkan skuad tim yang bagus. Hal ini dibuktikan oleh Tim Indonesia U-17 yang berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia U-17. Sebanyak 20 dari 23 pemain di Skuad Garuda Muda berasal dari Elite Pro Academy.
Persija Jakarta menjadi penyumbang terbanyak dengan enam pemain. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Rizky Ahmad Fauzi dengan Ricky Nelson, Persija Youth Development Director.
Di timnas U-17 kali ini, Persija menyumbang pemain terbanyak, yakni 6 pemain. Tanggapan dari tim sendiri perihal ini?
Ya, yang pertama kami bersyukur bahwa dari tim U-17 ada 6 pemain Persija di situ. Mereka memang mempunyai kualitas dan akhirnya dipanggil ke Tim U-17. Dari 8 yang dipanggil, 2 pulang dan 6 masuk.
Dari Persija sendiri, bagaimana menemukan 6 pemain yang ada di tim U-17 saat ini?
Ya, tentunya ada talent scouting ke mereka dari usia 15 tahun. Bahkan ada yang 14 tahun juga di kami. Jadi, itu hasil talent scouting selama di Persija.
Sebelum bergabung di tim U-17, bekal apa saja yang diberikan ke pemain sehingga bisa berkembang dengan baik saat bela timnas?
Bekal sih tidak ada yang spesifik. Mereka berkompetisi secara normal, latihan rutin, dan secara alami mereka berprogres dan bertumbuh.
Setelah ini, mungkin ada program lain yang bakal diberikan untuk para pemain, khususnya keenam pemain ini?
Program lain normal saja selama mereka di timnas. Mereka nantinya akan kembali latihan seperti biasa. Program kami menyiapkan mereka untuk masuk tim utama dan juga persiapan untuk mengikuti kompetisi musim yang baru.
Dari Persija sendiri, bagaimana atau apa saja program nantinya yang disiapkan agar bisa terus berkomitmen menciptakan pemain untuk tim Indonesia?
Program kami normal ya, biasa saja. Kompetisi dan latihan secara rutin menjadi modal utama. Setiap pemain selalu kami tantang untuk mampu bermain di usia yang lebih tinggi supaya mereka siap menghadapi tantangan dan pressure yang ada.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
