Joey Pelupessy. (Instagram Joey Pelupessy)
JawaPos.com - Mantan bek Timnas Indonesia, Nuralim, membandingkan peran Joey Pelupessy dengan mantan kapten Timnas Indonesia, Bima Sakti. Pelupessy merupakan salah satu dari lima pemain baru yang dipanggil ke Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert, bersama Emil Audero Mulyadi, Dean James, Ole Romeny, dan Septian Bagaskara.
Sebagai gelandang bertahan berpengalaman, Pelupessy memiliki peluang besar untuk masuk dalam daftar starting XI. Jika Kluivert menerapkan formasi 4-3-3, peran Pelupessy sebagai pemutus serangan lawan di lini tengah akan menjadi kunci permainan Timnas Indonesia.
Peran Sentral di Timnas Indonesia
Nuralim menjelaskan bahwa kehadiran gelandang bertahan yang solid sangat penting untuk menjaga keseimbangan tim. Hal ini terutama dalam membantu lini pertahanan menghadapi serangan lawan.
"Gelandang bertahan adalah pemutus serangan lawan sebelum mencapai lini belakang. Jika posisi ini diisi dengan baik, maka lini pertahanan akan lebih aman dan fokus menjaga area mereka," ujar Nuralim dalam wawancaranya di kanal YouTube NTV SPORT CAST.
Menurutnya, keberadaan pemain nomor 6 yang tangguh seperti Pelupessy akan memberikan rasa tenang bagi para bek. Hal ini karena serangan lawan bisa dipatahkan lebih awal.
Mirip dengan Bima Sakti
Ketika ditanya siapa pemain yang memiliki peran serupa di masa lalu, Nuralim menyebut nama Bima Sakti dan mendiang Eri Irianto sebagai gelandang bertahan yang memiliki karakter khas.
"Di masa saya bermain, peran pemutus serangan ini diisi oleh pemain seperti Bima Sakti dan Eri Irianto. Mereka memiliki kelebihan masing-masing, tapi yang paling menonjol sebagai gelandang bertahan adalah Bima Sakti karena gaya bermainnya yang lugas dan sederhana," ungkapnya.
Peluang bagi Marselino dan Eliano
Selain membahas kehadiran Joey Pelupessy, Nuralim juga menyoroti absennya Egy Maulana Vikri dari skuad Timnas Indonesia. Menurutnya, ketidakhadiran Egy memang memengaruhi tim. Namun, Timnas masih memiliki banyak opsi pemain berkualitas di lini tengah dan sayap.
"Tanpa Egy, memang ada pengaruhnya, tetapi semua tergantung skema yang diterapkan oleh Kluivert. Apalagi menghadapi tim kuat seperti Australia, posisi tersebut masih bisa diisi oleh pemain seperti Marselino Ferdinan dan Eliano Reijnders," tambahnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
