Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 20.41 WIB

3 Fakta Laga Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Green Force Harusnya Cetak Lebih dari 3 Gol Jika Tak Buang Peluang!

 

Lini depan Persebaya Surabaya harusnya bisa jadi pekerjaan staf pelatih jika tak ingin terlempar dari 3 besar papan atas Liga 1. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan PSIS Semarang dalam laga pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Gol dramatis Septian David Maulana di menit 90+4 memupus harapan Green Force meraih kemenangan di kandang sendiri.

Hasil imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo membuat Persebaya Surabaya gagal naik ke peringkat kedua klasemen. Dewa United tetap bertahan di posisi runner-up, sementara Persebaya Surabaya tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 48 poin.

Padahal, jika dilihat dari permainan, Persebaya Surabaya seharusnya bisa menang dengan margin lebih besar. Banyak peluang tercipta, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama skuad asuhan Paul Munster.

Salah satu fakta mencolok adalah nilai expected goals (xG) Persebaya Surabaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan PSIS. Persebaya Surabaya mencatatkan xG sebesar 3,83, sementara PSIS hanya 1,06 sepanjang laga.

Angka tersebut menunjukkan Persebaya Surabaya seharusnya bisa mencetak tiga gol lebih. Namun, penyelesaian yang kurang klinis membuat mereka hanya mampu mencetak satu gol.

Banyaknya peluang yang terbuang membuat lini serang Persebaya Surabaya patut mendapat evaluasi serius. Paul Munster perlu mencari solusi agar ketajaman lini depan kembali meningkat.

Fakta menarik berikutnya, meski mendominasi peluang, Persebaya Surabaya justru kalah dalam penguasaan bola. Green Force hanya mencatatkan 47% penguasaan bola, sementara PSIS lebih unggul dengan 53%.

Situasi ini membuat PSIS mampu mengendalikan permainan di beberapa momen krusial. Terbukti, mereka mampu mencetak gol penyama kedudukan di detik-detik akhir laga.

Persebaya Surabaya harus lebih pintar dalam menjaga ritme permainan agar tidak mudah ditekan lawan. Penguasaan bola yang minim membuat mereka rentan kehilangan kontrol di lapangan.

Fakta terakhir dari sisi pertahanan, Persebaya Surabaya juga cukup kerepotan menghadapi serangan balik PSIS. Kiper Persebaya Surabaya hanya melakukan tiga penyelamatan sepanjang laga.

Sebaliknya, kiper PSIS tampil lebih sibuk dengan mencatatkan lima penyelamatan penting. Ini menjadi bukti lini depan Persebaya Surabaya sebenarnya cukup agresif tetapi kurang efektif.

Frustrasi terlihat jelas dari para pemain depan Persebaya Surabaya yang gagal memanfaatkan peluang emas. Jika situasi ini terus berlanjut, posisi Persebaya Surabaya di tiga besar bisa terancam.

Paul Munster perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelesaian akhir timnya. Selain itu, lini tengah juga harus lebih kreatif dalam menciptakan peluang berkualitas.

Persebaya Surabaya memiliki potensi besar untuk bersaing di papan atas Liga 1, tetapi inkonsistensi menjadi kendala utama. Ketajaman lini depan dan soliditas pertahanan harus menjadi prioritas pembenahan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore