Winger Persebaya, Oktavianus Fernando di laga melawan PSIS Semarang pada lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3/2025). (Ryana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang usai laga dramatis di pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Gol Septian David Maulana di menit 90+4 memupus harapan Green Force untuk meraih tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya gagal mengudeta Dewa United dari peringkat kedua klasemen sementara. Dengan raihan 48 poin, Persebaya Surabaya masih tertahan di posisi ketiga hingga pekan ke-27.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya seharusnya bisa mengamankan kemenangan andai lebih fokus di menit-menit akhir pertandingan.
"Kami memimpin 1-0 di babak pertama dan berusaha mencari gol kedua di babak kedua. Saya tahu di Liga Indonesia keunggulan satu gol belum cukup," ujar Munster.
Munster menyebut Persebaya Surabaya memiliki banyak peluang emas di babak kedua yang sayangnya gagal dikonversi menjadi gol. Peluang tersebut seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat dengan kemenangan.
Namun, kelengahan di masa injury time menjadi petaka bagi Persebaya Surabaya. Transisi cepat PSIS Semarang berujung pada sepak pojok yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.
Munster menyoroti kurangnya fokus anak asuhnya dalam situasi bola mati tersebut. Ada dua hingga tiga momen di mana Persebaya Surabaya seharusnya bisa memenangkan bola, namun gagal melakukannya.
"Kami sangat kecewa karena kehilangan dua poin yang seharusnya menjadi milik kami. Andai mencetak gol kedua, pertandingan pasti selesai lebih cepat," tambah Munster.
Dalam momen krusial tersebut, Oktafianus Fernando menjadi sorotan. Kesalahan dalam mengantisipasi bola menjadi salah satu penyebab terciptanya gol penyeimbang PSIS Semarang.
Meski mendapat sorotan tajam, Munster meminta seluruh pihak untuk tidak menyalahkan Ofan. Pelatih asal Irlandia Utara itu menegaskan kekalahan atau hasil imbang adalah tanggung jawab bersama.
"Kami semua mendukung Ofan dan memahami situasinya. Ini adalah bagian dari sepak bola, jadi jangan menyalahkan satu pemain saja," tegas Munster.
Oktafianus Fernando sendiri dengan lapang dada menerima kritik yang ditujukan kepadanya. Ia mengaku siap menjadi sasaran atas kegagalan Persebaya Surabaya meraih kemenangan di laga tersebut.
"Saya harus mengambil tanggung jawab ini. Kesalahan yang terjadi adalah sepenuhnya tanggung jawab saya," kata Oktafianus.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
