Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 05.41 WIB

Tumbang dari Persis Solo 1-4, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ungkap Kunci Agar Timnya Tak Terdegradasi dari Liga 1

Laga PSS Sleman menjamu Persis Solo berakhir dengan skor 1-4 untuk tim tamu (Dok. Persis Solo)

JawaPos.com - PSS Sleman yang tengah berjuang keluar dari zona merah harus kembali menelan kekalahan kala menjamu Persis Solo di laga pekan ke-26, Selasa (11/3) kemarin. Tinggal menyisakan tujuh laga, pelatih Super Elja, Pieter Huistra bongkar kunci agar timnya keluar dari lubang degradasi di akhir musim. 

Dapat unggul lebih dulu hingga jeda turun minum melalui gol Nicolao Cardoso di menit 11, Laskar Sembada justru menemui antiklimaks begitu memasuki babak kedua. Gol dari gelandang Persis Solo, Jhon Cley di menit 58 membuka parade gol Laskar Sambernyawa di laga itu.

Total empat kali pasukan Ong Kim Swee menjebol gawang yang dikawal oleh penjaga gawang PSS Sleman asal Brasil, Alan Jose. Sesudah Jhon Cley, berturut-turut Lautaro Belleggia (67') dan Moussa Sidibe (80', 90+6') mencatatkan namanya di papan skor.

Pieter Huistra menyayangkan situasi yang dialami oleh timnya. Menurut dia, anak asuhnya dapat memberikan penampilan yang baik di babak pertama sebelum diberondong empat gol usai jeda. 

"Kami berhasil bermain dengan penguasaan bola, menciptakan peluang yang baik dan mencetak gol. Kami menutup babak pertama dengan kemenangan 1-0 yang membuat publik percaya kami bakal meraih kemenangan di pertandingan ini," ucap pelatih asal Belanda itu di sesi jumpa pers usai laga, Selasa (11/3).

Hal tersebut dibuktikan oleh statistik yang mencatat Laskar Sembada memiliki penguasaan bola yang lebih unggul dari tamunya yaitu 57% berbanding 43%. Meski demikian, data juga menunjukkan PSS Sleman tidak lebih baik dibanding Persis Solo dalam penciptaan peluang.

Abduh Lestaluhu dkk. tercatat hanya menciptakan enam tembakan dengan satu diantaranya berbuah gol. Sementara Ramadhan Sananta dkk. mampu melepaskan 19 tembakan dan menghasilkan empat gol yang seluruhnya berasal dari skema permainan terbuka. 

"Kami perlu sedikit mengambil risiko dengan permainan terbuka untuk menyeimbangkan skor. Hal tersebut akhirnya sangat mengancam karena mereka memiliki barisan depan yang sangat berbahaya terutama (Moussa) Sidibe, sudah kita ketahui mencetak dua gol dengan baik," lanjut Pieter. 

Meski kecewa atas hasil yang diterima, Pieter mengungkap dirinya masih menyimpan asa bagi timnya tetap bisa bertahan di Liga 1 musim depan. Ia akan memanfaatkan waktu jeda liga selama tiga pekan ke depan untuk meramu kembali dan menjaga spirit anak didiknya. 

Pelatih yang pernah menjadi Direktur Teknik Timnas Indonesia itu juga menyampaikan timnya harus bisa memanfaatkan tujuh laga yang tersisa di musim ini. 

"Syaratnya harus lebih produktif untuk mendapatkan tiga poin," ungkap pelatih 58 tahun itu. 

Dengan hasil ini, PSS Sleman telah menelan empat kekalahan dari lima laga yang dimainkan. Satu-satunya kemenangan yang Hokky Caraka dan kolega raih adalah ketika bertandang ke markas Persita Tangerang pekan lalu (7/3) dan menyudahi laga dengan skor 1-2. 

Torehan tersebut membuat Super Elja masih berkutat di zona degradasi tepatnya peringkat 17 dengan 22 poin atau berjarak satu poin saja dari Madura United yang berada di dasar klasemen.

Sejauh ini, Laskar Sembada baru mengoleksi tujuh kemenangan dan empat hasil imbang serta 16 kali menderita kekalahan. Hasil positif di sisa pertandingan menjadi harga mati yang harus diperjuangkan PSS Sleman.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore