Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 22.58 WIB

Mengenang Nasihat Mendiang Legenda Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro untuk Rachmat Irianto: Kalau Tepat Ambil, Jangan Ragu!

Rachmat Irianto ketika bersama mendiang legenda Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro. (Dok. Media Persib) - Image

Rachmat Irianto ketika bersama mendiang legenda Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro. (Dok. Media Persib)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya selalu melahirkan pemain-pemain hebat, dan salah satu nama yang tak bisa dilupakan adalah Rachmat Irianto. Sosok yang akrab disapa Rian ini adalah hasil didikan legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro.

Nasihat Bejo menjadi kunci perkembangan Rian sebagai bek tangguh di sepak bola Indonesia. Kata-kata bijak itu masih teringat jelas meski delapan tahun telah berlalu dan tetap menjadi pegangan bagi Rian hingga kini.

Pada 9 Agustus 2017, Persebaya Surabaya memutuskan meminjam Rian dari Timnas Indonesia U-19. Keputusan itu terbukti tepat karena Rian langsung membuat lini belakang Green Force makin solid dan tangguh.

Duetnya dengan M. Syaifuddin di jantung pertahanan tampil luar biasa. Persebaya Surabaya yang selalu kebobolan dalam empat laga sebelumnya akhirnya mencatat clean sheet yang sangat berharga.

Kiper Dimas Galih pun nyaris tak perlu bekerja keras menjaga gawang. Kolaborasi Syaifuddin dan Rian membawa ketenangan bagi lini belakang Persebaya Surabaya yang sebelumnya kerap goyah.

“Tidak ada kiat khusus. Kami hanya berusaha tampil profesional. Tapi, jujur, dia (Rian, Red) memang bagus,” kata Syaifuddin memuji rekan duetnya yang baru pertama kali tampil bersamanya dalam laga resmi.

Debut Rian di Liga 2 Indonesia malam itu menjadi momen istimewa yang penuh emosi. Keluarganya hadir di tribun memberikan dukungan penuh untuk pemain muda tersebut.

Sang ayah, Bejo Sugiantoro, tak hanya datang sebagai pendukung. Ia juga memberikan wejangan berharga sebelum laga dimulai, seperti seorang pelatih kepada pemainnya.

Nasihat itu menjadi pegangan Rian di lapangan dalam menjalani debut pentingnya.

Dari tribun, Bejo serius mengamati performa Rian sepanjang pertandingan. Perhatian seorang ayah sekaligus legenda sepak bola benar-benar terlihat di raut wajahnya.

Nama punggungnya kala itu ditulis Rachmat I. “Ya, syukur hasil malam ini (tadi malam, Red) juga dirahmati," kata sang ibu, Rachmawati. "Momentum ambil bolanya harus diperbaiki," sambung Bejo.

Momentum mengambil bola menjadi salah satu sorotan Bejo yang tajam dalam menganalisis permainan. Ada momen di babak pertama ketika Rian terlambat melakukan tekel yang nyaris berakibat fatal.

Akibatnya, striker lawan Agung Suprayogi hampir mencetak gol. Beruntung, peluang itu gagal berbuah gol, tapi evaluasi dari sang ayah tetap datang dengan tegas.

“Dia harus tahu, jarak 2 meter bisa lihat posisi lawan. Kalau tepat ambil, jangan ragu,” pesan Bejo dengan nada yang penuh ketegasan dan kasih.

Meski masih belia, ketenangan Rian patut diacungi jempol dan menjadi perhatian. Usianya saat itu belum genap 18 tahun, tapi ia sudah menunjukkan kematangan bermain.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore