Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 April 2023 | 20.48 WIB

NilMaizar: Strategi Pelatih di Liga 1 2022–2023 Ikut Munculkan Supersub

PUNYA PERAN KRUSIAL: Ahmad Nufiandani (kanan) berselebrasi setelah membobol gawang Madura United. - Image

PUNYA PERAN KRUSIAL: Ahmad Nufiandani (kanan) berselebrasi setelah membobol gawang Madura United.

JawaPos.com - Pemain yang mendapat julukan supersub sejatinya tidak pernah dicari. Pemain tersebut tidak pernah disiapkan ketika bursa transfer. Pemain supersub muncul melalui proses latihan dan strategi pelatih.

NilMaizar mengatakan, julukan supersub diberikan selain kemampuan pemain yang bisa beradaptasi cepat, juga berasal dari strategi pelatih. Strategi yang tepat dalam menurunkan pemain di sebuah pertandingan.

’’Pelatih harus mengerti mana pemain yang bisa mengubah keadaan. Kalau buntu menyerang, ada opsi lain memasukkan pemain baru dan berdampak positif ke tim,’’ ungkapnya.

Artinya, kunci dari hal tersebut adalah persiapan matang. Baik selama pemusatan latihan maupun beberapa hari jelang pertandingan.

’’Pelatih harus mengerti pemain mana saja yang jadi inti dan cadangan. Cadangan bukan sekadar duduk di bench, tapi mereka yang akan mengubah keadaan ketika deadlock,’’ tegasnya.

Pengamat sepak bola Muhammad Kusnaeni menjelaskan, pemain supersub tidak melulu mereka yang bisa mencetak gol. Julukan supersub bisa disematkan di semua posisi.

Dia sependapat dengan NilMaizar bahwa pemain supersub muncul melalui proses. Salah satunya adalah sebuah tim punya kedalaman skuad yang mumpuni.

’’Di era sepak bola modern seperti sekarang, kualitas pemain inti dan cadangan harus seimbang. Dari situ pasti akan ada supersub yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Mampu berdampak positif bagi tim,’’ ucapnya.

Jafri Sastra, pelatih yang musim lalu menangani FC Bekasi City, menambahkan bahwa pemain supersub dibutuhkan bukan hanya saat tim sedang mengejar kemenangan. Tapi, juga saat menjaga kemenangan.

’’Karena itu, pemain supersub tidak mesti seorang penyerang. Semua bergantung pada kebutuhan tim saat itu. Apakah tim dalam kondisi menang atau tertinggal,’’ ucap mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Tapi, sambung Jafri, dalam sebuah pertandingan tidak mesti melibatkan pemain supersub.

’’Semua bergantung kebutuhan. Perannya akan dianggap penting kalau si pemain bisa menjadi pembeda dan menampilkan permainan positif,’’ jelas mantan pelatih Semen Padang itu. (rid/fiq/c6/bas)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore