PSS Sleman resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia dan Borneo FC, Pieter Huistra. (Dok. PSS)
JawaPos.com- Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra mulai memberikan materi latihan berupa simulasi pertandingan. Metode tersebut bertujuan agar pemainnya dapat memahami apa yang diinginkannya saat anak asuhannya menjalani pertandingan di lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Ada tiga materi latihan yang diberikan oleh Pieter Huistra seperti penguasaan bola, pengambilan keputusan secara cepat dan menjalani sesi latihan bertahan dan menyerang. Ia mulai menerapkan hal tersebut saat sesi latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (21/2) pagi.
Pelatih asal Belanda itu juga senang bahwa para pemain PSS Sleman memahami metode pelatihan yang berikan. "Pertama kami menjalankan latihan dengan materi penguasaan bola kemudian bagaimana kami melakukan tekanan mengurung lawan di separuh area permainannya. Inilah pertama kalinya kami menjalani latihan tersebut dan para pemain langsung memahaminya. Permainan tadi memiliki prospek yang bagus,” ucap Pieter Huistra mengutip dari laman resmi klub, Jumat (21/2).
Menurut pelatih 58 tahun itu, kualitas individu dari pemain memiliki pengaruh besar dalam performa tim. Oleh karena itu, Pieter sudah menyiapkan game plan yang bagus dan mudah untuk para pemain PSS Sleman.
Tujuan dari game plan tersebut adalah untuk membuat para pemainnya mengetahui apa yang harus dilakukan di lapangan. "Kami memiliki kualitas individu pemain yang bagus dan memperjelas game plan yang membuat pemain paham dan sebisa mungkin membuat game plan yang bagus. Hal terpenting adalah membuat para pemain di lapangan tahu apa yang akan dilakukan. Itu tentu harus didukung game plan yang jelas dan tegas. Jadi pemain tahu apa yang harus dilakukan setelah ini dan itu," pungkas Pieter Huistra.
Super Elja tidak bisa keluar dari rentetan hasil negatif sejak awal musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Lima pertandingan yang mereka jalani diawali dengan tiga kekalahan dan dua hasil imbang.
Sempat mengawali putaran kedua dengan kemenangan saat melawan Persebaya Surabaya, PSS Sleman justru harus mendapatkan empat kekalahan dan satu hasil imbang di laga selanjutnya. Puncaknya adalah saat mereka dibabat habis dengan skor 2-6 melawan Arema FC yang sekaligus menjadi laga terakhir dari Mazola Junior.
Harapan muncul saat kedatangan Pieter Huistra yang punya rekam jejak kepelatihan yang mentereng bersama Borneo FC terutama pada musim 2023/2024. Saat itu, ia sukses membawa timnya menjadi juara reguler series Liga 1.
Di PSS Sleman, Huistra dibekali dengan skuad yang diisi oleh pemain senior seperti Fachruddin Aryanto, Abduh Lestaluhu, hingga Kim Kurniawan yang dipadukan dengan pemain muda potensial seperti Hokky Caraka dan Dominikus Dion. Di laga selanjutnya, PSS Sleman akan menghadapi Malut United di kandangnya, Jumat (21/2). Kemenangan menjadi hal yang wajib diraih jika PSS Sleman ingin keluar dari zona degradasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
