
Aksi Roberto Mancini (putih) saat masih membela Sampdoria. (Dok. Media Sampdoria)
JawaPos.com — Sejarah mencatat Indonesia pernah hampir memiliki wakilnya di salah satu klub besar Italia. Sayangnya, sejarah itu gagal terwujud karena permintaan dari tokoh penting di tanah air.
Hujan deras mengguyur Sidoarjo pada Jumat malam, 5 Juli 2024. Di sebuah warung kopi, duduk seorang pria yang begitu dihormati di dunia sepak bola Indonesia, Anang Ma’ruf.
"Saya nunggu hujan reda. Minimal gerimis, baru saya berani pulang," ujar Anang sambil menatap langit yang masih mendung kala itu kepada Jawa Pos.
Pria kelahiran 28 Mei 1976 itu kini tinggal di kawasan Bratang, Surabaya. Rumahnya berjarak sekitar 25 kilometer dari tempatnya berteduh malam itu.
Sambil menanti hujan mereda, Anang mengenang masa-masa emasnya sebagai pesepak bola. Pengalaman luar biasa pernah ia rasakan saat masih sangat muda.
Di usia 19 tahun, Anang mendapat kesempatan langka berlatih bersama Sampdoria. Klub raksasa Serie A Italia itu sedang berada di masa kejayaan mereka.
"Saat usia masih 19, saya ikut berlatih bersama Sampdoria dan diajak ikut tur Asia," kenang Anang kala itu.
Kesempatan emas itu datang berkat rekomendasi pelatih legendaris, Sven Goran Eriksson. Pelatih asal Swedia itu mengenal bakat Anang dari program PSSI Primavera.
Selain Anang, ada dua pemain Indonesia lainnya yang ikut berlatih di Sampdoria. Mereka adalah Kurniawan Dwi Yulianto yang berposisi sebagai penyerang dan Kurnia Sandi sebagai penjaga gawang.
"Selain saya, ada Kurus (Kurniawan Dwi Yulianto, penyerang) dan Kurnia Sandi (kiper)," jelas Anang.
Namun, Anang tidak sekadar berlatih bersama klub yang pernah menjuarai Serie A 1991 itu. Ia bahkan diajak bergabung dalam tur pramusim Sampdoria di Asia pada tahun 1995.
"Dari latihan itu, saya diajak Sampdoria saat tur Asia 1995. Bahagia bisa main bareng dengan para pemain besar," ujar Anang.
Anang berkesempatan bermain dengan para bintang besar klub tersebut. Salah satu pemain yang paling berkesan baginya adalah Roberto Mancini.
Legenda sepak bola Italia itu ternyata sangat ramah kepada Anang. Bahkan, Mancini memiliki keyakinan besar terhadap potensi pemain asal Surabaya tersebut.
"Mancini pernah bilang kalau saya akan menjadi pemain besar saat kembali ke Indonesia. Saya sudah memiliki gaya bermain seperti pesepak bola Eropa," kenang Anang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
