PSIM Yogyakarta resmi promosi ke Liga 1 musim depan (Dok. PSIM)
JawaPos.com- PSIM Yogyakarta berhasil memutus penantian panjang untuk bisa kembali berkompetisi di kasta tertinggi. Hal itu terjadi lantaran mereka berhasil mengunci kemenangan penting di laga terakhir babak 8 besar grup X Liga 2 musim 2024-25. Skor 2-1 kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida pada Senin (17/2) sore membuat Laskar Mataram sukses mengunci peringkat pertama.
Perolehan 15 poin sudah cukup untuk mengantar Naga Jawa naik kasta dan menantang Bhayangkara Presisi FC di final Liga 2.
Gol dari Rafael Rafinha dan Roken Tampubolon sukses mengantar PSIM Yogyakarta usai 18 tahun lamanya absen dari Liga 1. Keberhasilan ini terasa spesial lantaran PSIM jadi tim dengan perolehan poin terbanyak dari 7 klub tim lainnya di babak 8 besar Liga 2. 5 kemenangan dan 1 kekalahan membuat PSIM duduk manis di peringkat pertama dan akan ditemani oleh PSPS Pekanbaru menuju babak play-off promosi Liga 1.
Sukses PSIM Yogyakarta nyatanya berbanding terbalik dengan nasib klub-klub trah Mataram yang sudah lebih dulu berkiprah di Liga 1. Nasib PSS Sleman dan Persis Solo justru dalam bahaya besar lantaran keduanya sedang terjebak di zona degradasi.
Dari kubu Mataram Merah, Persis Solo hanya bermain imbang dengan Persik Kediri di pertandingan terakhirnya pada Sabtu (15/2) malam. Skuad asuhan Ong-Kim Swee masih jadi posisi juru kunci klasemen dengan perolehan 18 poin.
Kendati sempat menaklukkan Persebaya Surabaya, namun perjalanan Laskar Sambernyawa masih kurang memuaskan di Liga 1. Sepanjang 23 pekan yang sudah dijalani, Persis hanya sanggup membukukan 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 13 kali kekalahan.
Muhammad Riyandi dan kolega jadi salah satu tim dengan pertahanan terburuk lantaran sudah kebobolan 34 gol dan memasukkan 18 gol. Persis Solo seolah tidak siap menyambut derby Mataram di Liga 1 untuk musim depan.
Nasib serupa juga dialami klub sesama provinsi D.I Yogyakarta lainnya, PSS Sleman. Super Elang Jawa juga gagal meraih kemenangan dalam 4 pertandingan sebelumnya. PSS Sleman bahkan baru saja menambah rangkaian kekalahan dari tuan rumah Arema FC dengan skor 3-2 sore hari ini. PSS saat ini bertengger di peringkat ke-17, satu strip di atas Persis Solo, dengan torehan 19 poin. PSS Sleman juga nampak enggan menjalankan derby Yogyakarta di Liga 1 musim depan.
Kubu Mazola Junior seolah tak bertenaga sepanjang 23 pekan yang sudah dilewati. Riko Simanjuntak cs baru mengoleksi 6 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 13 kekalahan sepanjang musim 2024-25.
PSS Sleman juga bakal menjalani partai sulit ketika bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha, markas Malut United pekan depan. PSS dan Persis berpeluang besar jadi tim yang turun kasta ke Liga 2 andai gagal memperbaiki performanya sampai akhir musim.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
