Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 20.24 WIB

Mengenang Persebaya Surabaya Era Arcan Iurie, Kala Budget Rp 40 Juta Sebulan Cukup untuk 2 Pemain Asing

Pemain asing Persebaya Surabaya kini harus berkontribusi lebih agar tak kalah lagi jelang hadapi PBSB Biak. (Media Persebaya) - Image

Pemain asing Persebaya Surabaya kini harus berkontribusi lebih agar tak kalah lagi jelang hadapi PBSB Biak. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Pada Januari 2009, Persebaya Surabaya melakukan perombakan dalam skuatnya dengan mendepak tiga pemain asing yang tidak memenuhi ekspektasi tim. Seleksi ketat dilakukan oleh pelatih Arcan Iurie untuk memastikan timnya memiliki komposisi terbaik menjelang putaran kedua Divisi Utama.

Tiga pemain asing yang dicoret adalah Ndolar Blaize asal Chad, Perry Sah Kolie dari Liberia, dan Mourad Faris dari Maroko. Mereka dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan taktik dan tidak mampu menunjukkan performa yang diharapkan dalam sesi uji coba.

Meski begitu, mantan pemain Persija Jakarta, Joao Bosco Cabral, berhasil lolos seleksi dan mendapat kontrak dari Persebaya Surabaya. Keputusan ini diambil langsung oleh pelatih Arcan Iurie yang melihat potensi besar dalam diri Cabral untuk memperkuat tim.

Manajemen Persebaya Surabaya, yang saat itu dipimpin oleh Indah Kurnia, menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam merekrut pemain asing tambahan. Keputusan ini didukung oleh perpanjangan batas pendaftaran pemain yang diberikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI), dari 31 Januari menjadi 29 Februari 2009.

"Ndolar dan Perry kita coret karena tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan tim. Sementara Mourad masih kita beri kesempatan satu minggu bertahan di mess Persebaya dan jika dia punya pikiran pergi ke klub lain, silakan saja. Yang pasti, tidak ada jaminan dia kita kontrak," kata Manajer Persebaya Surabaya kala itu, Indah Kurnia dikutip dari Antara.

Dengan adanya tambahan waktu, Persebaya Surabaya memiliki kesempatan lebih lama untuk mencari pemain asing yang benar-benar berkualitas. Jika ada pemain dengan reputasi baik yang sesuai dengan anggaran, maka mereka bisa langsung dikontrak tanpa perlu melewati seleksi panjang.

"Kalau nanti ada pemain asing yang berkualitas dan sudah punya nama, maka akan langsung kami rekrut tanpa seleksi. Namun, hal itu tetap harus disesuaikan dengan anggaran tim," tambah Indah.

Dalam urusan anggaran, Persebaya Surabaya saat itu hanya menyiapkan dana sekitar Rp 40 juta per bulan untuk menggaji dua pemain asing. Angka ini tentu sangat jauh berbeda dibandingkan dengan nilai kontrak pemain asing di era modern Liga 1 Indonesia saat ini.

Persebaya Surabaya juga sempat menjalin kesepakatan lisan dengan Esaiah Pello Benson, seorang striker asal Liberia. Namun, transfer ini gagal terealisasi karena perantara Benson meminta biaya dan fasilitas tambahan yang dianggap berlebihan oleh manajemen.

"Kami tidak akan ngotot, kalau memang Benson tidak mau bergabung. Kami masih punya waktu untuk mencari pemain lain yang lebih baik," tambahnya.

Indah Kurnia menegaskan Persebaya Surabaya tidak akan memaksakan perekrutan Benson jika syarat-syaratnya tidak masuk akal. Dengan sisa waktu yang masih panjang, mereka yakin bisa menemukan opsi lain yang lebih baik untuk memperkuat lini serang.

Sementara itu, persiapan tim untuk menghadapi putaran kedua Divisi Utama berjalan dengan baik di bawah arahan Arcan Iurie. Fisik para pemain sudah mencapai 95 persen, yang menjadi modal kuat untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Hasil uji coba melawan klub internal, Indonesia Muda, menunjukkan progres positif dengan kemenangan 4-1 bagi Persebaya Surabaya. Arcan Iurie semakin optimistis dalam membangun strategi dan taktik tim sebelum menghadapi laga resmi berikutnya.

"Kondisi fisik anak-anak sudah mencapai 95 persen dan ini membuat saya semangat menghadapi laga putaran kedua," ujar Arcan Iurie usai menyaksikan timnya menang 4-1 atas klub internal Indonesia Muda di laga uji coba.

Pada 12 Februari 2009, Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Persiba Bantul dalam pertandingan pembuka putaran kedua. Dalam waktu sepekan sebelum laga, fokus utama tim adalah membenahi strategi permainan agar tampil lebih solid.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore