
Pemain asing Persebaya Surabaya kini harus berkontribusi lebih agar tak kalah lagi jelang hadapi PBSB Biak. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Pada Januari 2009, Persebaya Surabaya melakukan perombakan dalam skuatnya dengan mendepak tiga pemain asing yang tidak memenuhi ekspektasi tim. Seleksi ketat dilakukan oleh pelatih Arcan Iurie untuk memastikan timnya memiliki komposisi terbaik menjelang putaran kedua Divisi Utama.
Tiga pemain asing yang dicoret adalah Ndolar Blaize asal Chad, Perry Sah Kolie dari Liberia, dan Mourad Faris dari Maroko. Mereka dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan taktik dan tidak mampu menunjukkan performa yang diharapkan dalam sesi uji coba.
Meski begitu, mantan pemain Persija Jakarta, Joao Bosco Cabral, berhasil lolos seleksi dan mendapat kontrak dari Persebaya Surabaya. Keputusan ini diambil langsung oleh pelatih Arcan Iurie yang melihat potensi besar dalam diri Cabral untuk memperkuat tim.
Manajemen Persebaya Surabaya, yang saat itu dipimpin oleh Indah Kurnia, menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam merekrut pemain asing tambahan. Keputusan ini didukung oleh perpanjangan batas pendaftaran pemain yang diberikan oleh Badan Liga Indonesia (BLI), dari 31 Januari menjadi 29 Februari 2009.
"Ndolar dan Perry kita coret karena tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan tim. Sementara Mourad masih kita beri kesempatan satu minggu bertahan di mess Persebaya dan jika dia punya pikiran pergi ke klub lain, silakan saja. Yang pasti, tidak ada jaminan dia kita kontrak," kata Manajer Persebaya Surabaya kala itu, Indah Kurnia dikutip dari Antara.
Dengan adanya tambahan waktu, Persebaya Surabaya memiliki kesempatan lebih lama untuk mencari pemain asing yang benar-benar berkualitas. Jika ada pemain dengan reputasi baik yang sesuai dengan anggaran, maka mereka bisa langsung dikontrak tanpa perlu melewati seleksi panjang.
"Kalau nanti ada pemain asing yang berkualitas dan sudah punya nama, maka akan langsung kami rekrut tanpa seleksi. Namun, hal itu tetap harus disesuaikan dengan anggaran tim," tambah Indah.
Dalam urusan anggaran, Persebaya Surabaya saat itu hanya menyiapkan dana sekitar Rp 40 juta per bulan untuk menggaji dua pemain asing. Angka ini tentu sangat jauh berbeda dibandingkan dengan nilai kontrak pemain asing di era modern Liga 1 Indonesia saat ini.
Persebaya Surabaya juga sempat menjalin kesepakatan lisan dengan Esaiah Pello Benson, seorang striker asal Liberia. Namun, transfer ini gagal terealisasi karena perantara Benson meminta biaya dan fasilitas tambahan yang dianggap berlebihan oleh manajemen.
"Kami tidak akan ngotot, kalau memang Benson tidak mau bergabung. Kami masih punya waktu untuk mencari pemain lain yang lebih baik," tambahnya.
Indah Kurnia menegaskan Persebaya Surabaya tidak akan memaksakan perekrutan Benson jika syarat-syaratnya tidak masuk akal. Dengan sisa waktu yang masih panjang, mereka yakin bisa menemukan opsi lain yang lebih baik untuk memperkuat lini serang.
Sementara itu, persiapan tim untuk menghadapi putaran kedua Divisi Utama berjalan dengan baik di bawah arahan Arcan Iurie. Fisik para pemain sudah mencapai 95 persen, yang menjadi modal kuat untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Hasil uji coba melawan klub internal, Indonesia Muda, menunjukkan progres positif dengan kemenangan 4-1 bagi Persebaya Surabaya. Arcan Iurie semakin optimistis dalam membangun strategi dan taktik tim sebelum menghadapi laga resmi berikutnya.
"Kondisi fisik anak-anak sudah mencapai 95 persen dan ini membuat saya semangat menghadapi laga putaran kedua," ujar Arcan Iurie usai menyaksikan timnya menang 4-1 atas klub internal Indonesia Muda di laga uji coba.
Pada 12 Februari 2009, Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Persiba Bantul dalam pertandingan pembuka putaran kedua. Dalam waktu sepekan sebelum laga, fokus utama tim adalah membenahi strategi permainan agar tampil lebih solid.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
