Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 05.14 WIB

Drama Mati Lampu di Stadion Brawijaya Kediri, Laga Liga 1 Persik Melawan Persis Solo Terhenti Sementara

Stadion Brawijaya. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)

Jawapos.com - Drama terjadi dalam laga pekan ke-23 Liga 1 Indonesia antara Persik Kediri melawan Persis Solo di Stadion Brawijaya, Jumat (14/2) malam. Stadion berkapasitas 10.000 penonton itu mendadak mengalami mati lampu sehingga pertandingan terpaksa diberhentikan untuk sementara.

Pasukan Marcelo Rospide mengusung misi kebangkitan dalam menjamu Persis Solo usai gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Berlaga di hadapan pendukung sendiri, Skuad Macan Putih tetap percaya diri meski Laskar Sambernyawa datang dengan modal tiga poin hasil dari menumbangkan Persebaya Surabaya pekan lalu.

Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, secara tiba-tiba terdapat insiden yang tidak biasa yaitu terjadinya mati lampu di tengah jalannya pertandingan. Insiden tersebut terjadi ketika duel memasuki menit ke-87. 

Menanggapi hal tersebut, perangkat pertandingan seketika menghentikan laga dan langsung mengusahakan untuk memperbaiki masalah yang ada. Sementara para penonton yang hadir di tribun sontak beramai-ramai menyalakan senter dari ponselnya masing-masing untuk memberi penerangan.

Tanpa adanya penerangan, laga sempat dihentikan selama kurang lebih sepuluh menit sampai akhirnya lampu stadion dapat kembali menyala. Pertandingan pun kembali dilanjutkan tepat dari menit saat peristiwa ini terjadi. 

Kejadian ini termasuk langka terjadi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia beberapa tahun terakhir, terlebih ketika sudah memasuki era Liga 1. Seperti diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga telah merancang standar wajib stadion yang harus dipenuhi oleh setiap tim yang berlaga di Liga 1 Indonesia. 

Mengenai penerangan, PT LIB menetapkan kualifikasi khusus yaitu setiap stadion wajib memiliki lumen lampu minimal 800 lux untuk bisa menggelar pertandingan di malam hari. 

Sebagai klub yang sudah mengantongi lisensi AFC pada 2024 lalu, tentunya Stadion Brawijaya, markas Persik Kediri, sudah memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Namun, belum jelas apa yang menjadi penyebab insiden matinya lampu di laga tadi. 

Usai dilanjutkan, kedua tim tidak ada yang mampu memecah kebuntuan dan laga akhirnya usai dengan kedudukan imbang 0-0. Sejak memasuki awal laga, tensi pertandingan sudah langsung meningkat terlebih di menit ke-5, Persik Kediri harus kehilangan Romero Fergonzi yang dihukum kartu merah.

Setelahnya baik Macan Putih maupun Laskar Sambernyawa sama-sama mampu menebar teror dan membuat beberapa peluang. Namun, tidak ada satupun peluang tersebut yang terkonversi menjadi gol.

Persik Kediri sebenarnya sempat unggul di menit 71 lewat sepakan keras Majed Osman, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena Ousmane Fane sudah terlebih dulu terperangkap offside. 

Dengan hasil ini, Persik Kediri harus tertahan di peringkat tujuh klasemen dengan 33 poin. Di bawahnya, Borneo FC yang baru akan bertanding pada Minggu (16/2) menguntit dengan jarak satu poin saja. Laga ini juga memperpanjang rekor lima pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan bagi Ze Valente dkk.

Sementara Persis Solo harus turun ke peringkat 17 dengan raihan 18 poin usai gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di laga tersebut. Hasil imbang ini membuat pasukan Ong Kim Swee gagal menjauh dari jurang degradasi sebab kini mereka hanya berjarak satu poin saja dari Madura United di dasar klasemen. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore