Rahmad Darmawan ingatkan pemainnya untuk jaga kondisi fisik.
JawaPos.com - Laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga zona Asia tinggal hitungan pekan. Timnas Indonesia akan menjalani dua laga yaitu bertandang ke Australia dan menjamu Bahrain pada Maret mendatang.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert terus mematangkan persiapan. Apalagi dia adalah juru taktik baru Timnas sehingga butuh persiapan mendalam untuk menerapkan gaya kepelatihannya.
Ia sudah menunjuk Deny Landzaat dan Alex Pastoor sebagai asisten pelatih. Ia juga menunjuk Gerald Vandenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23. Kini Kluivert tinggal menambah asisten pelatih dari lokal.
Dengan susunan tim kepelatihan seperti ini, menurut pelatih kawakan nasional, Rahmad Darmawan, ini adalah tim kepelatihan impian.
"Susunan pelatih Timnas Indonesia kali ini memang diisi dengan nama-nama legendaris, seperti Kluivert dan Vlanderberg yang tenar sebagai pemain, kemudian Alex Pastoor yang rekam jejaknya sebagai pelatih juga tidak diragukan lagi. Ini tim impian. Cuma yang menjadi pertanyaan, apakah mereka bisa sukses menangani Timnas, karena seperti misalnya Kluivert, dia memang hebat sebagai pemain, namun belum tentu hebat dalam melatih. Jadi kita perlu menunggu bagaimana kiprah mereka," ujar pelatih yang akrab disapa Coach RD dalam wawancara bersama Arya Sinulingga.
Ia menambahkan bahwa meski masih perlu menunggu kiprah mereka. Namun jika melihat komposisi Tim Garuda yang banyak diisi pemain klub-klub Eropa, seharusnya Kluivert bisa meneruskan performa gemilang seperti saat ditangani Shin Tae-yong.
"Karena jika kita melihat komposisi dan kemampuan Timnas Indonesia saat ini yang bisa mengalahkan maupun mengimbangi tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Australia, Bahrain, maka seharusnya Kluivert dan tim kepelatihannya bisa melanjutkan performa impresif tim nasional Indonesia," imbuhnya.
Di sisi lain, kehadiran Kluivert dan asistennya yang sudah memiliki pengalaman di persepakbolaan internasional harus dimanfaatkan betul-betul oleh para pelatih lokal untuk belajar dari mereka.
"Harus dijadikan kesempatan untuk transfer knowledge bagi para pelatih lokal, maupun para asisten, hingga staf fisioterapi serta analis pertandingan. Dan jika jadi direalisasikan fisio dan analis dari lokal, ini tentu kebijakan yang bagus untuk mempermudah transfer knowledge," tutur mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 ini.
Coach RD juga menyarankan Direktur Teknik Timnas Indonesia harus memahami kultur sepak bola Indonesia yang dikenal dengan filosofi Filanesia.
"Direktur teknik harus figur yang mengerti dan memahami kultur sepak bola Indonesia, atau memahami filosofi sepak bola Indonesia yaitu Filanesia. Maka baiknya sosok Dirtek nantinya berkiblat pada gaya sepak bola yang cocok dengan Indonesia, yaitu menerapkan passing-passing pendek karena disesuaikan dengan kondisi pemain kita,"
Ia berharap Ketua Umum PSSI jangan sampai menunjuk Dirtek yang berseberangan dengan Filanesia. Misalnya memilih Dirtek yang berkiblat pada Direct Football padahal postur pemain kita tidak cocok dengan gaya bermain duel udara atau bermain adu fisik.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
