Francisco Rivera menjadi motor permainan dan kreator serangan utama Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/2/2025) malam. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Green Force yang sedang berusaha keluar dari tren negatif tanpa kemenangan dalam enam laga terakhir.
Dalam enam pertandingan itu, Persebaya Surabaya menelan lima kekalahan dan hanya meraih satu hasil imbang. Kekalahan didapat dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo, sementara satu poin dikantongi saat bermain 1-1 melawan Persita Tangerang.
Situasi ini membuat tekanan terhadap tim semakin besar, termasuk kepada pelatih kepala Paul Munster. Posisi Persebaya Surabaya yang sempat bersaing di papan atas kini mulai terancam, meski masih bertahan di peringkat keempat dengan 38 poin.
Sayangnya, Persebaya Surabaya harus bertanding dalam kondisi pincang karena lima pemain pilar dipastikan absen. Mohammed Rashid terkena akumulasi kartu, sedangkan Gilson Costa tidak bisa bermain usai menerima kartu merah di laga terakhir.
Selain itu, Toni Firmansyah juga tidak bisa memperkuat tim karena sedang bergabung dengan Timnas Indonesia. Dua pemain asing, Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic, masih dalam pemulihan cedera dan diragukan tampil.
Persebaya Surabaya juga tidak akan didampingi langsung oleh Paul Munster yang menjalani hukuman larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan. Namun, para pemain tetap bertekad memberikan yang terbaik demi mengakhiri rentetan hasil buruk.
Kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari, menegaskan mentalitas dan kesiapan individu akan menjadi faktor kunci. Menurutnya, seluruh pemain sudah melakukan evaluasi dan berkomitmen untuk tampil maksimal.
"Pertama pasti berkaitan dengan mental, juga persiapan individu dari pemain. Sekarang kami persiapan untuk lawan PSBS Biak dengan sangat matang," tegas kiper asal Semarang itu.
Sementara itu, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menyebut laga melawan PSBS Biak dan Dewa United sebagai penentu nasib Paul Munster. Hasil di dua pertandingan ini akan menentukan apakah Munster tetap dipercaya atau tidak.
Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Surabaya dengan ambisi besar untuk mencuri poin. Tim berjuluk Badai Pasifik itu ingin memanfaatkan kondisi Persebaya Surabaya yang sedang goyah untuk mendapatkan hasil positif.
Pelatih PSBS, Guillermo Samso, memastikan timnya dalam kondisi terbaik usai bermain imbang 0-0 melawan Madura United pekan lalu. Meskipun persiapan sempat terganggu oleh hujan di Bali, mereka tetap menjalani latihan dengan maksimal.
"Semua persiapan sudah kami lakukan dengan baik. Meski hujan beberapa hari di Bali, kami tetap memaksimalkan latihan bagi para pemain," kata pelatih asal Argentina itu.
PSBS membawa 20 pemain ke Surabaya, termasuk tiga pilar utama yang sebelumnya absen. Mereka adalah Marckho Meraudje, Jonata Machado, dan Ariel Nahuelpan yang siap menambah kekuatan tim.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
