Paul Munster dipastikan absen mendampingi Persebaya melawan PSBS Biak. (Instagram/coach.munster)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya bersiap menghadapi laga pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan tekanan besar. Kali ini, Gereen Force akan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu (15/2). Laga ini menjadi krusial bagi pelatih Paul Munster, yang posisinya sedang terancam akibat rentetan hasil buruk.
Persebaya mengalami periode sulit dengan lima kekalahan dan satu hasil imbang dalam enam laga terakhir. Akibatnya, manajemen memberikan ultimatum dua pertandingan ke depan akan menentukan masa depan Munster sebagai pelatih kepala. Jika gagal meraih hasil positif, mantan pelatih Bhayangkara FC itu berpotensi kehilangan jabatannya lebih cepat.
Salah satu masalah terbesar Persebaya adalah tumpulnya lini serang. Sejak awal musim, produktivitas Bruno Moreira dan kawan-kawan belum sesuai harapan. Pada putaran pertama, Persebaya masih bisa bersaing di papan atas, tetapi di putaran kedua, kelemahan di lini depan semakin kentara. Dari enam pertandingan terakhir, Persebaya hanya mencetak tiga gol dua dari penalti dan satu gol bunuh diri lawan tanpa ada gol dari skema open-play.
"Kami butuh striker dengan insting pembunuh. Malam ini, kami hanya bisa mencetak gol lewat penalti," ujar Paul Munster dengan nada frustrasi.
Padahal, Persebaya memiliki skuad yang menjanjikan. Francisco Rivera adalah pemain terbaik Liga 1, Flavio Silva menjadi runner-up top skor musim lalu, Malik Risaldi dikenal sebagai pemain lokal tersubur, sementara Bruno Moreira adalah top skor tim musim lalu. Namun, kehadiran mereka belum mampu mengangkat performa tim secara keseluruhan. Bahkan, rekrutan baru Dejan Tumbas masih belum mencetak gol dalam empat pertandingan pertamanya bersama Persebaya.
Laga melawan PSBS Biak menjadi tantangan lebih berat karena Persebaya akan bermain tanpa pelatih kepala. Paul Munster harus absen karena akumulasi kartu kuning yang ia dapat dalam laga melawan Persis Solo, Jumat (7/2), dan sebelumnya saat menghadapi PSS Sleman, Selasa (11/1). Ini bukan pertama kalinya Munster tak bisa mendampingi tim, setelah sebelumnya juga absen saat Persebaya menghadapi Arema FC pada 7 Desember 2024.
Tak hanya itu, Persebaya juga kehilangan beberapa pemain kunci. Mohammed Rashid harus absen karena akumulasi kartu, sementara Gilson Costa mendapat kartu merah di laga terakhir. Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic, yang absen di laga sebelumnya, masih diragukan tampil. Begitu juga dengan Kadek Raditya yang mengalami cedera saat melawan Persis Solo.
"Banyak pemain mendapat kartu kuning, tapi kami harus segera fokus dan bangkit bersama. Semoga pemain yang cedera bisa kembali," harap Munster.
Dengan situasi sulit ini, Persebaya harus menemukan solusi cepat jika ingin kembali ke jalur kemenangan. Laga kontra PSBS Biak (15/2) dan Dewa United (21/2) menjadi kesempatan terakhir bagi Munster untuk membuktikan kemampuannya. Jika hasil buruk kembali terjadi, bukan tidak mungkin manajemen Persebaya akan mengambil langkah drastis.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
