Bonek mulai terang-terangan membandingkan Paul Munster (kiri) dan Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bertanding di Stadion Manahan, Green Force takluk 1-2 dari Persis Solo setelah gol telat Ramadhan Sananta pada menit ke-94.
Paul Munster kembali melakukan rotasi dalam laga ini. Ia memasukkan Malik Risaldi menggantikan Alfan Suaib untuk menambah daya gedor pada babak kedua.
Peluang emas sempat dimiliki Persebaya Surabaya pada menit ke-50. Francisco Rivera mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, namun sepakannya masih terlalu lemah dan mampu diamankan Muhammad Riyandi.
Petaka datang bagi Persebaya Surabaya pada menit ke-53. Gilson Costa diganjar kartu merah setelah melanggar Moussa Sidibe, membuat Green Force harus bermain dengan 10 pemain.
Empat menit berselang, gawang Persebaya Surabaya kebobolan. Memanfaatkan bola muntah dari sepakan Riswan Lauhin, Sidibe sukses menjebol gawang Ernando Ari dengan tembakan ke tiang dekat.
Persebaya Surabaya mencoba bangkit meski bermain dengan 10 orang. Mohammed Rashid dan kawan-kawan berusaha membongkar pertahanan Laskar Sambernyawa melalui kombinasi serangan cepat.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-75. Malik Risaldi dilanggar di dalam kotak penalti dan Rivera yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Paul Munster mencoba strategi baru dengan memasukkan Kasim Botan menggantikan Rivera di menit ke-88. Dua menit berselang, Malik hampir membawa Persebaya Surabaya unggul, tetapi tendangannya masih bisa ditepis Riyandi.
Sayangnya, kemenangan tetap berpihak kepada tuan rumah. Ramadhan Sananta mencetak gol indah ke tiang jauh pada menit ke-94, memastikan kemenangan Persis Solo dengan skor 2-1.
Dengan kekalahan ini, Persebaya Surabaya tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara. Mereka baru mengumpulkan 38 poin dari 22 pertandingan.
Hasil buruk ini menambah rentetan performa negatif Persebaya Surabaya dalam enam laga terakhir. Dari enam pertandingan itu, Green Force hanya meraih satu poin dan kalah lima kali.
Satu-satunya hasil imbang diperoleh saat menghadapi Persita di Gelora Bung Tomo. Sementara kekalahan dialami saat melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo.
Situasi ini membuat manajemen Persebaya Surabaya mulai mempertimbangkan nasib Paul Munster. Direktur operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, mengatakan keputusan akan diambil dalam dua laga ke depan melawan PSBS Biak dan Dewa United.
”Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United,” katas Candra Wahyudi, direktur operasional Persebaya Surabaya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
