Paul Munster bela gaya bermainnya meski Persebaya Surabaya gagal menang dalam 6 laga. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya masih terjebak dalam tren negatif usai menelan kekalahan 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Jumat (7/2). Hasil ini membuat Green Force tak pernah menang dalam enam laga terakhir, sebuah catatan yang memicu tanda tanya besar terhadap kinerja tim.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, akhirnya angkat bicara soal rentetan hasil buruk yang dialami timnya. Ia menegaskan para pemain sudah bekerja keras dan tetap berusaha menciptakan peluang di setiap pertandingan.
"Dengan open play kita punya peluang, walau tidak banyak, seperti peluang Malik di babak kedua," kata Paul Munster.
Dalam laga melawan Persis Solo, Persebaya Surabaya memang tak tampil dominan terutama di babak pertama. Meski begitu, mereka berusaha bangkit di babak kedua namun harus bermain dengan 10 orang setelah Gilson Costa mendapatkan kartu merah.
Persebaya Surabaya sempat unggul lebih dulu melalui gol penalti, tetapi justru kebobolan di menit akhir oleh gol Ramadhan Sananta. Momen itu menjadi pukulan telak karena harapan meraih kemenangan kembali sirna di detik-detik terakhir pertandingan.
Paul Munster menolak anggapan Persebaya Surabaya tampil tanpa peluang dalam laga tersebut. Ia beralasan timnya tetap mampu menciptakan peluang dari permainan terbuka meski jumlahnya terbatas.
Menurutnya, permasalahan utama Persebaya Surabaya saat ini adalah tidak adanya striker haus gol yang bisa menuntaskan peluang. Munster menegaskan timnya membutuhkan seorang killer striker yang mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada.
"Dengan open play kita punya peluang, walau tidak banyak, seperti peluang Malik di babak kedua," ujar Munster. "Tetapi kita tidak memiliki killer striker, itu yang kita butuhkan, killer striker."
Ia juga menegaskan para pemain telah bekerja keras dan tetap mampu mencetak gol meskipun hanya melalui situasi penalti. Dari sudut pandangnya, sisi positif yang bisa diambil adalah Persebaya Surabaya masih bisa menciptakan peluang.
"Di setiap laga, bagaimanapun situasinya, ini adalah saatnya para pemain harus step up dan mencetak gol, sesimpel itu," lanjutnya. "Kami sudah melakukan yang terbaik, Anda bisa lihat mereka terus mencoba dan berjuang."
Dengan enam laga tanpa kemenangan, pertanyaan besar muncul tentang masa depan Paul Munster di Persebaya Surabaya. Terlebih lagi, Green Force belum juga meraih kemenangan di putaran kedua Liga 1 2024-2025.
Munster mengakui situasi ini tidak mudah, tetapi ia meminta seluruh elemen tim tetap fokus dan bersatu. Ia juga berharap para pemain yang cedera seperti Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic bisa segera pulih untuk memperkuat tim.
"Semoga pemain-pemain cedera bisa kembali, ini adalah tes karakter seperti laga malam ini," katanya. "Kami telah melakukan yang terbaik, ini harus terus dilakukan."
Sementara itu, manajemen Persebaya Surabaya tampaknya mulai kehilangan kesabaran dengan hasil buruk ini. Direktur operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, mengungkapkan Paul Munster akan segera dievaluasi dalam dua laga mendatang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
