Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 17.08 WIB

Sanksi Nonton Bola Lebih Kejam Ketimbang Korupsi, Jangan Sampai Persaudaraan Bonek-Pasoepati Pecah!

Bonek berharap Persebaya Surabaya bisa berjuang tanpa dukungan langsung dari mereka di kandang Persis Solo. (Media Persebaya) - Image

Bonek berharap Persebaya Surabaya bisa berjuang tanpa dukungan langsung dari mereka di kandang Persis Solo. (Media Persebaya)

JawaPos.com – Bonek maupun Bonita selaku suporter setia Persebaya Surabaya masih belum terima dengan rencana penerapan aturan dari Panpel Persis Solo. Mereka berharap aturan dapat diubah demi mempererat tali silaturahmi.

Tak dapat dipungkiri bahwa Bonek dan Pasoepati, suporter Persis, memiliki ikatan harmonis sejauh ini. Jangan sampai peraturan ketat justru menimbulkan jarak yang sudah terjalin erat.

Panpel Persis memang memiliki aturan ketat bagi suporter Persebaya yang nekad datang langsung ke Stadion Manahan, Solo. Mereka tak ingin Bonek terlibat langsung untuk menyaksikan tim kesayangan berlaga di Stadion Manahan.

Ancaman itu bahkan sudah bocor ketika Panpel Persis berencana menerapkan sejumlah aturan ketat untuk menahan laju Bonek menggeruduk stadion kebanggaan warga Solo tersebut.

Bekerja sama dengan pihak aparat setempat, panpel tuan rumah akan melakukan penyekatan di berbagai titik untuk mencegah rombongan Bonek datang ke stadion.

Dimulai dari penyisiran bus yang membawa Bonek dari Surabaya, memantau pergerakan massa di sejumlah stasiun kereta api mulai Stasiun Jebres, Purwosari, dan Solo Balapan.

Tak sampai di situ, sejumlah terminal bus seperti Tirtonadi, Kartasura, dan Palur pun tidak luput dari pengawasan. Bahkan, akses jalan tol menuju Solo juga diawasi secara ketat oleh pihak berwenang. Exit tol di Bandara, Kartasura, Klodran, Gondangrejo, dan Kebakkramat dipantau untuk mencegah Bonek masuk ke Solo.

Penyekatan di batas kota juga dilakukan secara berlapis dari berbagai wilayah. Mulai dari Polres Sragen, Karanganyar, hingga Surakarta turut dikerahkan untuk menahan laju Bonek.

Paling tegas tentu saja pemeriksaan KTP juga diterapkan di kawasan sekitar Stadion Manahan. Siapa pun yang tidak memiliki identitas Solo Raya dilarang untuk menonton pertandingan secara langsung. Semoga saja tak ada Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang ingin memantau pemain lokal sebelum persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Jika semua aturan ini dilanggar, paling krusial adalah memberikan hukuman penjara hingga tujuh tahun. Hukuman ini tentu saja membuat marah, karena sanksi itu lebih kejam dari hukuman korupsi yang merugikan negara mencapai Rp 271 triliun. Pelaku yang divonis penjara 6,5 tahun.

Bonek sejatinya tak habis pikir dengan aturan ini. Mereka hanya ingin menyaksikan tim bertanding, tanpa bermaksud melakukan anarkis yang berujung kriminalitas.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore