Skuad Persis Solo. (Instagram Persis Solo)
JawaPos.com - Persis Solo menghadapi musim yang penuh tantangan di BRI Liga 1 2024/2025. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini saat ini berada di posisi paling bawah klasemen setelah serangkaian hasil buruk yang mereka alami.
Kekalahan 0-2 dari Madura United dalam pertandingan pekan ke-21 semakin memperburuk situasi mereka. Ini membuat peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin kecil.
Di bawah asuhan pelatih Ong Kim Swee, Persis Solo baru mampu mengumpulkan 14 poin dari 21 pertandingan. Mereka tertinggal lima poin dari Barito Putera yang saat ini berada di posisi ke-15—batas aman dari degradasi.
Jika tidak segera menemukan solusi, mereka berpotensi turun ke Liga 2 pada musim depan. Berikut adalah tiga masalah utama yang menjadi penyebab keterpurukan Persis Solo sejauh ini:
1. Produktivitas Gol yang Rendah
Persis Solo memiliki lini serang yang sangat mengecewakan musim ini. Dari 21 pertandingan, mereka hanya mampu mencetak 16 gol, menjadikannya salah satu tim dengan jumlah gol paling sedikit di liga.
Bahkan, jika dibandingkan dengan PSIS Semarang yang baru memainkan 20 laga, jumlah gol yang dicetak Laskar Sambernyawa tetap berada di posisi terbawah. Masalah ini menjadi perhatian serius pelatih Ong Kim Swee.
Terutama setelah kekalahan dari Madura United. “Kami tidak bisa menyempurnakan peluang-peluang yang ada, terutama pada babak pertama dan juga awal babak kedua,” ungkap pelatih asal Malaysia tersebut.
Kami bisa membuat peluang, tetapi tak bisa memaksimalkannya. Tumpulnya lini depan menjadi faktor utama mengapa Persis Solo sulit meraih poin penuh.
Mereka mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat tim gagal mencetak gol-gol krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
2. Lini Pertahanan yang Rapuh
Selain kesulitan mencetak gol, Persis Solo juga memiliki masalah besar di lini pertahanan. Hingga pekan ke-21, mereka telah kebobolan 33 gol, yang menjadikan mereka sebagai tim dengan catatan pertahanan terburuk keempat di liga.
Hanya tiga tim lain yang kebobolan lebih banyak: Barito Putera (35 gol), Semen Padang (39 gol), dan Madura United (43 gol). Lebih buruknya lagi, dalam dua pertandingan terakhir, mereka kebobolan lima gol—tiga di antaranya saat melawan Persija Jakarta dan dua lainnya saat bertandang ke markas Madura United.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
