
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan tiga asistennya menyaksikan pertandingan Persija Jakarta vs PSBS Biak di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (2/2) malam.
JawaPos.com - PSBS Biak kembali mengejutkan Persija Jakarta dengan memaksa Macan Kemayoran bermain imbang pada putaran kedua. Keberhasilan itu disebut Emral Abus sebagai pelatih tim, tak lepas dari pengaruh dan efek kehadiran tim pelatih Timnas Indonesia, termasuk Patrick Kluivert.
PSBS Biak kembali menjadi momok untuk Persija Jakarta di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Setelah berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1 pada putaran pertama, kali ini Badai Pasifik -julukan PSBS- menahan tuan rumah Macan Kemayoran 2-2 di hadapan the Jakmania.
Istimewanya lagi, keberhasilan itu didapatkan oleh PSBS Biak saat mereka sudah bermain dengan 10 orang saja sejak babak pertama dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (2/2) malam.
"Tentunya kita tetap mensyukuri hasil yang kita peroleh dengan 10 orang pemain, mereka bisa mempertahankan 2-2. Setelah kita unggul duluan melalui Taki (Tatsuya Matsunaga)," kata Emral Abus, pelatih PSBS Biak usai pertandingan.
Meski dengan 10 pemain, PSBS Biak memang mampu tampil ciamik. Mereka bahkan sempat unggul 2-1 berkat gol cantik Tatsuya Matsunaga di pertengahan babak kedua. Sayang gawang John Pigai kebobolan lagi pada menit ke-68 oleh Rayhan Hannan.
Emral Abus pun tak lupa memberikan kredit kepada anak asuhnya. Terutama para pemain lokal, yang menurutnya tampil sangat luar biasa.
Dia menyebut kegemilangan performa pemain lokal karena kehadiran tim kepelatihan Timnas Indonesia, yakni Patrick Kluivert, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, dan Alex Pastoor.
"Tapi anak-anak hari ini bermain sangat luar biasa, mungkin kehadirannya pelatih timnas barangkali, karena saya bilang ke mereka 'Ini saatnya kalian perlihatkan penampilan kalian kalau kalian ingin terpilih jadi pemain nasional.'" katanya.
Para pemain PSBS Biak pun bermain sesuai harapan Emral Abus. M Tahir dan kolega menunjukkan performa ciamik yang berbuah satu angka dari kandang Persija Jakarta.
"Jadi anak-anak Papua ini cukup luar biasa bermain untuk memperlihatkan kemampuan mereka agar dapat atau bisa dipilih jadi pemain nasional," jelas Emral Abus.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
