Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster pada laga mengahadapi Persita dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (31/1). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah menghadapi krisis kreativitas dalam menciptakan peluang di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Statistik terbaru menunjukkan Green Force mencatatkan assist paling sedikit di liga, hanya 11 assist dari 21 pertandingan yang telah dimainkan.
Catatan ini menjadi alarm bagi Paul Munster selaku pelatih kepala. Rata-rata assist Persebaya Surabaya per pertandingan hanya 0,52, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan tim-tim papan atas seperti Dewa United yang mencatatkan rata-rata 1,65 assist per laga.
Minimnya assist ini menjadi indikasi lemahnya koordinasi antar pemain di lini tengah dan depan. Serangan Persebaya Surabaya terlihat kurang terstruktur dan sering kali kehilangan momentum dalam membangun peluang matang.
Paul Munster tampaknya menyadari permasalahan ini dan berusaha melakukan perubahan di beberapa pertandingan terakhir. Namun, hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang menjadi bukti masalah ini belum terselesaikan sepenuhnya.
Dalam laga melawan Persita, Persebaya Surabaya mengalami kesulitan besar dalam menciptakan peluang dari permainan terbuka. Satu-satunya gol yang tercipta justru berasal dari kesalahan lawan, bukan dari skema permainan yang tertata dengan baik.
Munster mencoba meningkatkan daya serang dengan memasukkan Bruno Moreira dan Kasim Botan untuk menggantikan Alfan Suaib serta Andre Oktaviansyah. Perubahan ini memberikan dampak positif dengan meningkatnya intensitas serangan di babak kedua.
Kasim Botan menjadi salah satu pemain yang paling aktif menciptakan peluang dalam laga ini. Namun, keberuntungan belum berpihak kepadanya, dua kali ia mendapatkan peluang emas tetapi gagal mencetak gol.
Pada menit ke-59, Kasim menerima umpan dari Catur Pamungkas dan langsung melepaskan tembakan keras ke gawang. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang dan gagal mengubah kedudukan.
Persebaya Surabaya kemudian mencoba meningkatkan kreativitas lini tengah dengan menggantikan Gilson Costa dengan Francisco Rivera pada menit ke-61. Rivera diharapkan mampu memberikan umpan-umpan terukur kepada para penyerang.
Sayangnya, meskipun Rivera mencoba mengatur tempo permainan, Persebaya Surabaya tetap kesulitan membongkar pertahanan lawan. Serangan yang dibangun selalu terputus sebelum mencapai area berbahaya.
Malik Risaldi mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-64. Namun, sepakannya masih melenceng tipis dari gawang Persita.
Satu-satunya gol penyama kedudukan Persebaya Surabaya justru lahir dari skema bola mati. Francisco Rivera mengeksekusi tendangan sudut yang menciptakan kemelut di depan gawang.
Javlon Guseynov, bek Persita, salah mengantisipasi bola yang akhirnya masuk ke gawang sendiri. Gol ini menjadi satu-satunya cara Persebaya Surabaya bisa mencetak angka di laga tersebut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
