
Bernardo Tavares siap menangkan Persebaya Surabaya saat hadapi Borneo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya terpaksa bermodalkan sejarah kelam saat menghadapi Borneo FC dalam lanjutan Super League di Stadion Segiri, Sabtu (7/3) malam mendatang. Pasalnya, rekor mereka cukup buruk.
Mengutip Footystats, dalam 13 kali pertemuan kedua tim, Borneo FC ternyata unggul tipis. Mereka membukukan lima kemenangan. Sedangkan Persebaya mencatatkan empat kemenangan, dan sisanya berakhir imbang.
Selisihnya memang tipis. Namun, jika statistik hanya didasarkan pada laga di kandang Borneo Fc, Persebaya wajib lebih waspada karena dalam lima pertandingan, Pesut Etam menang tiga kali, dan hanya kalah sekali, dan sisanya imbang.
Bahkan terakhir kali Green Force menang adalah pada tahun 2019 atau sekitar tujuh tahun lalu, yaitu meraih keunggulan 2-1. Setelah itu, Persebaya puasa kemenangan di Kalimantan.
Hal ini tentu mengkhawatirkan, apalagi sejumlah pemain Green Force terpaksa absen karena sejumlah hal. Misalnya Catur Pamungkas yang harus menjalani akumulasi kartu kuning.
Baca Juga:Malik Risaldi Is Back! Kabar Baik Persebaya Surabaya Jelang Duel Panas Lawan Borneo FC di Samarinda
Menyikapi hal itu, Koko Ari akan berpeluang mengisi kekosongan posisi Catur, yaitu di sektor bek kanan. Hal itu karena posisi tersebut bukanlah hal baru bagi Koko, dan sejauh ini performanya juga cukup bagu meski lebih sering main dari bangku cadangan.
Hingga pekan ke-24, Koko telah mencatatkan delapan penampilan bersama Green Force dan 218 menit bermain. Sejauh ini ia membukukan lima tekel, empat intersep, dan empat sapuan.
Meski berpotensi main, namun, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares belum memastikan apakah akan memasang Koko di starting line up karena hal itu menjadi kewenangan sang pelatih.
“Semua pemain pasti ingin main sejak menit pertama. Tapi yang paling penting saya harus siap kapan pun dibutuhkan tim. Kalau memang dipercaya lawan Borneo, saya akan berikan yang terbaik,” ujar Koko seperti dikutip dari laman resmi klub.
Ia pun sudah mengantisipasi gaya permainan Borneo FC yang cenderung mengandalkan kecepatan dan agresivitas, apalagi mereka punya striker berbahaya Mariano Peralta.
“Mereka punya pemain cepat dan agresif. Kami sudah antisipasi di latihan. Fokus saya sederhana, jaga area dulu, jangan mudah kehilangan posisi, dan kalau ada kesempatan bantu serangan,” pungkasnya.
Dengan hanya selisih satu kemenangan dalam head to head kedua tim, maka Persebaya harus meraih kemenangan. Selain memperbaiki rekor pertemuan, raihan tiga poin juga akan membuat peluang Bruno Moreira CS bersaing di papan atas masih terbuka.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
