
Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster pada laga mengahadapi Persita dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (31/1). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya mengakhiri rentetan kekalahan empat pertandingan sebelumnya dengan menahan imbang Persita dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (31/1). Meski meraih satu poin, namun hasil seri tersebut tentu bukan hasil yang diharapkan para Bonek dan juga pemain. Target Persebaya pada pertandingan kemarin adalah meraih kemenangan.
Maka dari itu, di hadapan para Bonek, coach Paul Munster meminta maaf kepada seluruh suporter atas rentetan hasil buruk timnya dalam lima pertandingan terakhir di Liga 1 musim ini.
"Saya meminta maaf atas apa yang terjadi pada Januari ini, tapi Januari ini sudah selesai. Sekarang harus fokus pada Februari," kata Munster saat menemui suporter setelah pertandingan melawan Persita di depan Stadion GBT seperti dikutip dari Antara.
Pelatih asal Irlandia Utara ini juga menjelaskan bahwa seluruh tim merasa sakit hati atas puasa kemenangan Persebaya sejak takluk dari Bali United di pekan ke-17 lalu.
"Jika kalian merasa sakit, kami juga sakit. Kami merasakan apa yang kalian rasakan. Semua tentu ingin meraih kemenangan, tidak ada yang beda dengan tujuan itu," imbuhnya.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi kesabaran para Bonek yang masih mendukung Persebaya hingga saat ini.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Kami butuh kalian dengan dukungan positif untuk bisa mengangkat tim ini secara bersama-sama. Percayalah kita bisa melakukannya bersama-sama," ungkap Munster.
Sebelumnya, pasca pertandingan melawan Persita, Bonek dan Bonita melakukan aksi damai untuk menyuarakan aspirasinya terkait performa Green Force yang terus menurun.
"Ayolah, sampai kapan mau seperti ini? Sekarang Persebaya sudah ada di atas, masa tidak mau untuk meraih gelar juara? Ayo bermainlah seperti orang Surabaya," kata salah satu pentolan Bonek bernama Bojes.
Di akhir diskusi, Bonek dan Bonita mengajak pemain, tim pelatih dan ofisial Persebaya untuk bernyanyi "Song For Pride" serta chant-chant penyemangat. Kemudian seluruh anggota tim masuk ke bus untuk keluar dari area Stadion GBT.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persita Tangerang Jan Saragih bersyukur tim asuhannya mampu meraih satu poin dari markas Persebaya yang tentunya lebih difavoritkan meraih kemenangan.
Raihan satu poin tersebut ia anggap penting bagi tim yang identik dengan warna ungu untuk menjaga konsistensi agar bisa naik ke papan atas klasemen.
"Dengan mengambil satu poin di Surabaya ini untuk menjaga konsistensi tim di Liga 1 hingga bisa naik ke papan atas dan sebagai modal selanjutnya dalam laga kandang juga," kata Saragih dalam jumpa pers pasca pertandingan.
Ia menambahkan meski meraih hasil seri, setidaknya para pemainnya tidak sampai ada yang mengalami cedera agar bisa bermain pada laga selanjutnya.
"Saya kira kami juga harus menjaga beberapa pemain juga, terutama yang mengalami cedera. Jadi kami ubah formasi," katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
