Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 15.22 WIB

Kemanusiaan di Atas Segalanya, Persis Solo Apresiasi Tim Medis PSIS Semarang dalam Derby Jawa Tengah

Tim medis PSIS membantu pemain Persis Solo, Sutanto Tan (@persisofficial)

JawaPos.com - Semangat sportivitas dan kemanusiaan menjadi sorotan dalam Derby Jawa Tengah antara PSIS Semarang dan Persis Solo. Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat tim medis Laskar Mahesa memberikan bantuan medis kepada kapten Laskar Sambernyawa, Sutanto Tan, yang mengalami cedera kepala di penghujung laga pekan ke-19 Liga 1 2024.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Senin (20/1), menampilkan duel sengit antara kedua tim. Persis Solo yang unggul 2-0 di babak pertama harus menghadapi tekanan besar dari PSIS Semarang di babak kedua. Namun, insiden di menit-menit akhir menjadi puncak drama dalam pertandingan ini.

Pada babak tambahan waktu, Sutanto Tan terjatuh setelah terkena lutut Sudi Abdallah secara tidak sengaja saat keduanya berduel di lapangan. Akibat benturan tersebut, bagian belakang kepala Sutanto mengeluarkan darah, membuat suasana di lapangan sempat tegang. Respons cepat tim medis PSIS yang langsung memberikan pertolongan pertama mendapat pujian dari berbagai pihak.

Meski mengalami cedera, Sutanto tetap melanjutkan pertandingan dengan balutan perban di kepalanya. Aksi cepat tanggap tim medis PSIS menjadi contoh nyata bagaimana nilai kemanusiaan dapat melampaui rivalitas di atas lapangan.

Sportivitas di Tengah Rivalitas

Insiden yang melibatkan Sutanto Tan dan Sudi Abdallah menjadi bukti bahwa sepak bola bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga solidaritas. Meski Sudi lolos dari kartu merah karena dianggap tidak sengaja, aksi tim medis PSIS yang sigap membantu pemain lawan patut diapresiasi.

Sebagai bentuk penghargaan, Persis Solo mengunggah ucapan terima kasih melalui akun Instagram resmi mereka. Dalam unggahan tersebut, mereka menyampaikan rasa hormat atas respons cepat tim medis PSIS dan berharap agar persaudaraan antar klub terus terjalin di masa depan.

“Sepak bola adalah alat pemersatu. PERSIS mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim medis PSIS atas respons cepat dan kesediaan untuk memberi penanganan kepada Sutanto Tan saat ada insiden di lapangan. Semoga persaudaraan kedua tim bisa dirayakan dengan lebih semarak di pertemuan selanjutnya. MARSOSE!” tulis Persis Solo.

Kemanusiaan di Atas Segalanya

Insiden ini mengingatkan kita bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak boleh mengesampingkan nilai kemanusiaan. Sikap saling membantu, seperti yang ditunjukkan tim medis PSIS, memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi medium pemersatu, bahkan di tengah persaingan ketat.

Derby Jawa Tengah kali ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga pelajaran berharga tentang empati dan solidaritas. Sikap mulia tim medis PSIS membuktikan bahwa kemanusiaan tetap menjadi prioritas, bahkan dalam momen penuh rivalitas.

Jalannya Pertandingan

Laga dimulai dengan intensitas tinggi. PSIS Semarang mencoba mendominasi sejak menit awal dengan peluang dari Gustavo Souza. Namun, Persis Solo menunjukkan efektivitas serangan mereka melalui Ramadhan Sananta yang mencetak dua gol di babak pertama. Gol pertama lahir dari kesalahan pertahanan PSIS, sementara gol kedua memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Babak kedua diwarnai upaya PSIS untuk memperkecil ketertinggalan. Tandukan Septian David Maulana di menit ke-76 akhirnya merobek gawang Persis Solo, memperkecil skor menjadi 2-1. Sayangnya, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore