Gerald Vanenburg.
JawaPos.com - Gerald Vanenburg resmi menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-23. Sosok berusia 60 tahun itu ternyata punya profil dan rekam jejak yang cukup fantastis, terutama saat masih menjadi pemain.
Vanenburg diumumkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-23 oleh PSSI pada Jumat (24/1) sore. Dia nantinya akan memainkan peran ganda di skuad Garuda. Selain menjadi pelatih kelompok umur U-23, Gerald Vanenburg juga jadi asisten pelatih Timnas Indonesia senior.
Nama Gerald Vanenburg dipilih oleh pelatih Patrick Kluivert untuk jadi asisten ketiga, setelah Alex Pastoor dan Denny Landzaat yang telah diumumkan lebih dulu.
Tak cuma itu, Gerald Vanenburg juga diberi tugas untuk bekerja sama dengan dua Timnas Indonesia kelompok usia lain, yakni U-20 dan U-17. PSSI memercayakan langkah ini guna memastikan keselarasan di setiap level.
“Saya sangat bangga atas kesempatan ini, dan akan memberikan segenap hati saya," kata Vanenburg dalam keterangan resmi PSSI, Jumat (24/1).
"Sepak bola adalah tentang semangat, dan memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan Patrick untuk sepak bola Indonesia adalah luar biasa. Saya tidak sabar untuk datang ke Indonesia,” tambah eks pelatih akademi Ajax ini.
Nah untuk mengenal lebih jauh, berikut profil Gerald Vanenburg beserta rekam jejaknya selama ini.
Profil Gerald Vanenburg
Lahir di Utrecht pada 5 Maret 1964, Gerald Vanenburg mengawali karir sebagai pesepak bola di tim lokal Sterrewijk dan Elinkwijk. Bakatnya sangat besar karena dia sudah mencatatkan debut di tim senior Ajax pada musim 1980/1981 saat masih 16 tahun.
Vanenburg pun tak butuh waktu lama untuk mendapatkan tempat di tim utama Ajax. Dia rutin bermain starter bersama Marco van Basten dan Wim Kieft di lini serang Il Lancierer.
Vanenburg membela Ajax selama enam tahun. Dia total berhasil mengoleksi 173 penampilan, dengan berhasil mencetak total 64 gol. Prestasi tim turut diperoleh, di mana ia memenangkan total tiga gelar Eredivisie dan dua gelar KNVB Cup.
Menariknya, setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Ajax, Vanenburg hengkang ke tim rival pada 1996. Yakni PSV Eindhoven, di mana dia langsung nyetel.
Karier Gerald Vanenburg di PSV pun cukup panjang. Bahkan lebih lama daripada saat di Ajax. Dia menghabiskan waktu tujuh tahun dengan mengemas 48 gol dalam 199 penampilan. Vanenburg juga berhasil memenangkan gelar Sepatu Emas Belanda pada tahun 1988 dan 1989.
Setelah mengawali karier selama 13 tahun di Eredivisie, Gerald Vanenburg mencoba peruntungan di luar Belanda. Dia sempat hengkang ke Jepang untuk membela Jubilo Iwata selama tiga tahun dari 1993 hingga 1996.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
