Striker Cristian Carrasco (kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya. (Jawa Pos)
Dibeli dari Persim Maros, Cristian Carrasco sukses menjadi top skor dengan 18 gol dan membantu Persebaya meraih gelar Liga Indonesia 2004. Ia pun menjadi pemain kesayangan para Bonek.
Indonesia memang menjadi negara pertama di luar tanah kelahirannya yaitu Chile untuk meniti karier di dunia sepak bola. Persim Maros menjadi klub resmi pertama yang ia bela.
Dua musim bersama Persim Maros, Carrasco dikontrak Persebaya untuk menambah daya gedor, meski Green Force sudah memiliki striker haus gol lokal yaitu Kurniawan Dwi Yulianto.
Ada cerita unik saat ia akan dikontrak Persebaya. Saat baru keluar dari Maros, ia sempat hampir bergabung dengan salah satu klub Vietnam. Lalu agennya menelepon kalau Persebaya juga berminat dengannya.
"Tentu aku kaget, karena bisa dibilang Persebaya adalah klub impianku. Waktu masih di Persim Maros aku pernah bertanding di Jawa Timur dan saat itu kebetulan beristirahat di Stadion Gelora 10 Nopember. Aku pun berkeliling stadion dan berkata dalam hati 'kapan ya aku bisa bermain untuk Persebaya, mainnya di stadion bagus, klub yang besar juga di Indonesia'," kenangnya seperti dikutip dari wawancara pada akun YouTube Pinggir Lapangan.
"Nah, karena ada tawaran dari Persebaya itu akhirnya tanpa pikir panjang aku pulang dari Vietnam dan kembali ke Indonesia untuk gabung dengan tim impianku ini," imbuh striker yang identik dengan selebrasi topeng Spiderman tersebut.
Selain karena cintanya pada Green Force, ia setuju gabung dengan Persebaya karena banyak dihuni pemain-pemain Timnas Indonesia.
"Banyak juga mantan pemain Timnas Indonesia yang main di Persebaya (saat itu masih diperkuat Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, hingga Kurniawan Dwi Yulianto). Ada juga teman saya Leo Gutierrez, dan dilatih Jacksen Tiago. Jadi menurutku itu tim yang sangat bagus dan bisa kejar target juara," terangnya lagi.
Salah satu hal yang paling berkesan saat bermain untuk Persebaya adalah pelatih kala itu, Jacksen Tiago, menargetkan juara. Dan, target itu akhirnya bisa diraih dengan dramatis.
"Kala itu Persebaya menargetkan juara. Dan, kita memang bekerja keras untuk itu sampai pekan terakhir karena ada tiga tim yang bersaing ketat di klasemen sampai akhir musim yaitu Persebaya, Persija, dan PSM Makassar," kenang Carrasco lagi.
"Lalu di pertandingan terakhir musim itu yaitu 2004, kita lawan Persija di Stadion Gelora (10 Nopember) dan itu bisa dibilang laga final. Saat itu hujan deras dan sempat ditunda beberapa jam. Dan, saat itu PSM Makassar juga ikut menunda pertandingan agar fair bisa bermain dalam waktu yang bersamaan dengan Persebaya. Kita harus menang karena kalau seri, Persija juara. Akhirnya kita bisa menang 2-1 dan kita juara Liga," lanjutnya.
Selain laga penentuan itu, Carrasco juga sangat menyukai Surabaya mulai dari kotanya, masyarakatnya, dan tentunya Persebaya. Ia bahkan sampai terkesan masih ada orang yang ingat dia saat mengunjungi Stadion Gelora 10 Nopember.
"Waktu sekitar tahun 2013 aku sudah main di Persita. Lalu aku sempat bawa orang tuaku mengunjungi Stadion Gelora 10 Nopember agar mereka tahu stadion tempat aku main dan membawa timku juara. Kami berkeliling stadion serta foto-foto dan aku berterima kasih pada para penjaga stadion yang masih ingat aku 'Oh..Carrasco..Carrasco..mari-mari masuk', mereka ramah sekali," tuturnya.
Sayangnya, Carrasco hanya bermain semusim di Persebaya karena manajemen tidak memperpanjang kontraknya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
