Mujiono stopper mungil mantan pemain Persebaya Surabaya era 1980-an. (YouTube Pinggir Lapangan)
JawaPos.com — Stopper atau bek tengah kerap diidentikkan dengan pemain bertubuh tinggi besar. Namun, di era 1980-an, Persebaya Surabaya pernah memiliki bek dengan tinggi badan hanya 167 cm.
Sosok itu adalah Mujiono, seorang pemain bertahan yang memperkuat Persebaya Surabaya pada tahun 1987 hingga 1990. Meski memiliki postur kecil untuk ukuran stopper, Mujiono membuktikan dirinya bisa bersaing di lini belakang tim legendaris ini.
Dalam sebuah wawancara melalui channel YouTube "Pinggir Lapangan," Mujiono mengenang masa-masa sulitnya. Ia menyebut dirinya mungkin adalah bek tengah terpendek yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya.
“Saya gabung Persebaya tahun 1987 sampai 1990. Ya benar (postur), tidak terlalu tinggi 167 cm. Saya sepertinya bek paling kecil yang pernah perkuat Persebaya,” ungkap Mujiono di kanal YouTube Pinggir Lapangan.
Ia juga menyebut nama Harmadi, seorang bek kecil lainnya yang pernah bermain untuk Persebaya Surabaya. Namun, menurutnya, Harmadi masih memiliki tinggi badan yang sedikit lebih unggul dibanding dirinya.
"Dahulu ada juga bek kecil, namanya Harmadi. Tapi saya sama dia, masih tinggian Harmadi sedikit," kenangnya sembari tertawa.
Postur mungil tidak membuat Mujiono menyerah dalam menjalankan tugas beratnya sebagai stopper. Salah satu pengalaman yang ia kenang adalah ketika menghadapi tim asal Korea Selatan dalam laga uji coba.
“Pernah uji coba lawan tim Korea Selatan di Stadion Tambaksari. Striker Korea saat itu tingginya 180 cm. Jadi ya saya kalah jauh (postur),” ujarnya.
Menghadapi lawan dengan postur tinggi tentu bukan hal mudah bagi pemain seperti Mujiono. Namun, ia memiliki cara tersendiri untuk tetap bertahan dan memberikan yang terbaik di lapangan.
“Modal saya sebagai stopper bertubuh kecil ya bermain penuh motivasi, semangat. Kalau bola-bola atas otomatis kalah,” kata Mujiono, mengenang perjuangannya di lapangan hijau.
Mujiono memang dikenal sebagai pemain dengan semangat juang yang tinggi. Meski begitu, ia juga menyadari keterbatasannya dan selalu berusaha memaksimalkan kemampuan lain untuk menutupi kekurangannya.
Hal menarik lainnya dari perjalanan karier Mujiono adalah statusnya sebagai spesialis turnamen. Meski menjadi bagian dari skuad Persebaya Surabaya selama beberapa tahun, ia jarang bermain di kompetisi resmi Perserikatan.
Mujiono mengaku lebih sering tampil di berbagai turnamen yang diikuti Persebaya Surabaya. Salah satu momen penting adalah ketika tim ini meraih gelar juara Perserikatan musim 1989/1990.
“Usia sekitar 20-21 tahun, saya selalu ikut persiapan Persebaya (menuju musim 1989/1990),” tuturnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
