Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 19.29 WIB

Berkenalan dengan Kamto, Kakak yang Jadi Kunci Keberhasilan Mustaqim Sebagai Legenda Persebaya Surabaya

 

Kamto sekaligus kakak legenda Persebaya Surabaya, Mustaqim. (Youtube @pinggirlapangan)

 

JawaPos.com — Bagi pencinta sepak bola Indonesia, terutama pendukung Persebaya Surabaya era 80-an, nama Mustaqim tentu tidak asing. Legenda Persebaya Surabaya yang juga menjadi andalan Timnas Indonesia ini memiliki perjalanan karier yang begitu menginspirasi.

Namun, tidak banyak yang tahu kesuksesan Mustaqim di lapangan hijau tak lepas dari pengaruh besar keluarganya. Salah satu sosok yang paling berjasa dalam perjalanan kariernya adalah sang kakak tertua, Kamto.

Kamto merupakan mantan pemain Persebaya Surabaya yang berkiprah pada era 1970-an. Selain Kamto dan Mustaqim, keluarga mereka juga memiliki Hambali yang ikut menggeluti dunia sepak bola.

Sebagai anak pertama dari sembilan bersaudara, Kamto menjadi figur yang membawa semangat sepak bola ke dalam keluarga. Karier sepak bola Kamto dimulai saat bergabung dengan klub internal PS AD Surabaya.

“Keluarga kami ada sembilan saudara. Pertama kali main adalah masuk di PS AD, karena lingkungan dan kebetulan ada pendaftaran. Kemudian saya masuk Persebaya menjelang Perserikatan tahun 1978. Tapi, belum sempat bermain karena mengalami cedera lutut,” ujar Kamto di kanal YouTube Pinggir Lapangan.

Langkah itu kemudian membawanya ke Persebaya Surabaya pada 1978.

Sayangnya, perjalanan Kamto di Persebaya Surabaya harus terhenti karena cedera lutut yang cukup serius. Cedera itu memaksanya mencari jalan lain untuk melanjutkan kariernya di dunia sepak bola.

Setelah cedera, Kamto memutuskan pindah ke Persiku Kudus untuk memulihkan kondisinya. Meski hanya semusim di Kudus, pengalaman itu cukup berkesan bagi Kamto.

Galakarya menjadi momen penting bagi Kamto karena sepak bola mulai bersinggungan dengan pekerjaannya. Di tengah aktivitas tersebut, Kamto justru mulai melatih sang adik, Mustaqim.

Sebagai pelatih pribadi, Kamto memberikan latihan teknik dan fisik secara intensif kepada Mustaqim.

“Saya latih sendiri Mustaqim di rumah. Awalnya latihan teknik lalu fisik, baru bisa masuk tim,” kenang Kamto.

Berkat bimbingan Kamto, Mustaqim mampu menembus tim-tim besar dan menjadi pemain nasional. Peran Kamto sebagai motivator tak hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Bisa dibilang termasuk motivator Mustaqim. Alhamdulillah adik saya termotivasi dan orang tua mendukung,” ungkap Kamto.

Bahkan, mereka sempat bermain bersama dalam satu tim mewakili Bulog Jawa Timur.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore