Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 15.16 WIB

Tak Terima Bosnya Dituding sebagai Diktator oleh Marc Klok, Asisten Shin Tae-yong: Dia itu Pembohong!

Asisten Shin Tae-yong, Kim Jong Jin membeberkan dinamika yang terjadi saat pemecatan STY. (YouTube Deddy Corbuzier) - Image

Asisten Shin Tae-yong, Kim Jong Jin membeberkan dinamika yang terjadi saat pemecatan STY. (YouTube Deddy Corbuzier)

JawaPos.com - Mantan pemain timnas Indonesia dan bintang Persib Bandung, Marc Klok sempat membuat gaduh pasca pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas. Ia menyebut bahwa Coach Shin adalah diktator.

"Dia (Shin Tae-yong) tidak terima masukan dan merasa di atas tim," kata gelandang berusia 31 tahun tersebut saat diwawancarai oleh ESPN Belanda yang dikutip Antara.

Menanggapi tudingan itu, salah satu asisten pelatih Shin Tae-yong, Kim Jong Jin dengan tegas membantahnya. Ia pun sampai memperingatkan langsung ke Klok.

"Coach Shin diktator? Oh itu sangat tidak benar. Saya tahu Mark Klock mengatakan itu dan berita itu sudah menyebar bahkan sampai Korea Selatan. Saya pun langsung mengirim pesan ke dia, 'Bro, sudah, cukup, anda telah mengatakan kebohongan'," ujar Jin seperti dikutip dari podcast Close the Door di akun YouTube Deddy Corbuzier.

Setelah diperingatkan, Marc Klok pun mengaku ada kesalahan dalam pemberitaan itu.

"Mark Klock pun kemudian berkata itu ada kesalahan dalam penerjemahan. Ia pun kemudian mengakui telah salah mengatakan hal seperti itu kepada media," imbuhnya.

Sebagai orang terdekat pelatih yang juga akrab disapa STY itu, Jin mengaku bahwa bosnya justru orang yang sangat terbuka dengan para pemainnya.

"Padahal Coach Shin adalah orang yang terbuka, apalagi kepada para pemainnya. Ia bahkan tidak keberatan jika ada pemain yang ingin menyampaikan sesuatu, coach Shin akan siap menerima dan menemuinya, serta ia adalah pendengar yang baik," terangnya lagi.

STY bahkan kerap menerima ide-ide segar dari pemainnya, misalnya yang paling sering adalah menerima ide Jay Idzes.

"Ia sangat menerima ide-ide dari pemain, terutama pemain-pemain senior. Misalnya sejauh ini yang sering memberi ide adalah Jay Idzes. Biasanya Jay bilang gini 'Coach, ide anda ini memang bagus, tapi kalau misalnya saya usul seperti ini, mungkin lebih cocok diterapkan dalam pertandingan nanti'. Dan Coach Shin bilang 'Oke, ayo coba diterapkan sekarang di latihan'. Dia seterbuka itu," imbuhnya lagi.

Jin menilai wajar karena hal itu sudah biasa, apalagi para pemain naturalisasi itu adalah orang-orang Eropa yang secara kultur memang pro aktif.

"Pemain-pemain naturalisasi memang memiliki kultur yang berbeda meski punya keturunan Indonesia. Mereka dibesarkan di Eropa dan mereka secara kultur memang pro aktif, berbeda dengan orang-orang Asia yang cenderung reaktif. Jadi para pemain naturalisasi saling memberi ide, argumentasi, mereka pro aktif, itu sudah hal yang biasa terjadi di tim (Timnas) selama masa kepelatihan Coach Shin," tutur Jin.

Maka dari itu, ketika Klok menyebarkan kebohongan itu, ia dan terutama Coach Shin mengaku sangat kecewa karena difitnah oleh pemainnya sendiri.

"Menanggapi kebohongan dari Klock, Coach Shin sampai speechless. Ia tidak tahu bagaimana harus bereaksi karena yang mengatakan kebohongan itu adalah pemainnya sendiri dan tentunya ia sangat kecewa," kata pria yang sudah menjadi asisten STY selama dua dekade.

STY memang kecewa dengan segala tudingan yang ditujukan kepadanya. Namun juru taktik asal Korea Selatan itu memilih diam agar menjaga stabilitas Timnas Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore