
Arsip foto - Gelandang Belanda Antwerpen #04 Jairo Riedewald berlari dengan bola selama pertandingan sepak bola Divisi Pertama "Liga Pro" Belgia antara Royal Antwerp FC dan KRC Genk.
JawaPos.com - Jairo Riedewald telah dikonfirmasi akan menjadi pemain diaspora selanjutnya yang dinaturalisasi oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Bersama Royal Antwerp FC, Riedewald saat ini sudah bermain sebanyak tujuh pertandingan; empat kali menjadi starter dan tiga kali sebagai pemain pengganti.
Pemain yang murni berposisi di lini tengah Indonesia saat ini diisi oleh Thom Haye, Ivar Jenner, Ricky Kambuaya, dan Marselino Ferdinan. Pada era Coach Shin Tae-yong, formasi yang diterapkan timnas adalah 3-5-2 atau 3-4-3 defensif.
Pemain yang berposisi sebagai bek sering juga dimainkan sebagai gelandang, contohnya seperti Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Jordi Amat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa komposisi pemain di lini tengah Indonesia masih belum kokoh.
Dengan kedatangan Jairo Riedewald, lini tengah Indonesia diharapkan mampu lebih berkontribusi dalam permainan Timnas. Mantan pemain Crystal Palace itu bisa bermain di beberapa posisi seperti gelandang bertahan (defensive midfielder), bek tengah (center back), dan bek kiri (left back).
Namun, kemungkinan Riedewald akan mengisi pos lini tengah bersama Thom Haye, menjadi motor penggerak lini tengah Timnas. Bersama pelatih baru skuad Garuda, Patrick Kluivert, Timnas diprediksi akan menerapkan gaya sepak bola yang berbeda dengan era Shin Tae-yong. Dalam konferensi perkenalannya, pelatih asal Belanda itu mengatakan bahwa ia menggemari permainan sepak bola yang menyerang dan memperoleh banyak penguasaan bola.
Karena itu, dibutuhkan seorang gelandang yang nyaman menguasai bola ketika dipress oleh lawan. Kemampuan mengolah bola di area yang sempit dan akurasi umpan yang tinggi juga menjadi aspek yang harus diperhatikan oleh pemain di lini tengah.
Masalah terbesar dalam permainan Timnas Indonesia adalah transisi menyerang yang lambat. Keputusan pemain dalam melakukan serangan balik juga seringkali kurang tepat, sehingga peluang mencetak gol dalam situasi serangan balik sering sirna.
Berbekal pengalaman bermain sepak bola di level tertinggi Eropa, Jairo Riedewald bisa menjadi amunisi penting bagi Timnas untuk empat laga sisa kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berikut statistik Defensif, Passing dan Possesion Jairo Riedewald selama musim 2024/2025 bersama Royal Antwerp FC.
Jairo Riedewald, pemain diaspora Belanda berdarah Indonesia, segera dinaturalisasi oleh Patrick Kluivert untuk memperkuat Timnas Indonesia. (X/Jairo Riedewald)
Work Rate Tinggi dalam Bertahan
Jairo merupakan pemain yang mahir dalam membantu pertahanan, menjadi sosok yang menghentikan serangan lawan di lini tengah. Dalam tujuh pertandingan di Liga Belgia, pemain berusia 28 tahun itu mampu melakukan tekel kepada 12 pemain lawan, enam di antaranya berhasil merebut bola dari penguasaan lawan.
Dari 12 tekelnya kepada lawan tersebut, lima di antaranya berada di sepertiga garis pertahanan sendiri, enam dilakukan di sepertiga lini tengah, dan satu tekel di sepertiga lini serang.
Riedewald juga mampu melakukan empat blok dan delapan intersepsi kepada lawan. Hal ini menunjukkan bahwa ia mampu membaca situasi pertandingan dengan baik, yang mana kemampuan tersebut penting dimiliki oleh pemain tengah yang harus memperhatikan sekitar mereka.
