Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2025, 03.07 WIB

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert Ingin Naturalisasi Jairo Riedewald, Gelandang Box to Box Keturunan Maluku di Belgia

Pelatih Kepala Timnas Indonesia Patrick Kluivert berfoto memegang Jersey Timnas Sepak Bola Indonesia usai di perkenalkan di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu, (12/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Pelatih Kepala Timnas Indonesia Patrick Kluivert berfoto memegang Jersey Timnas Sepak Bola Indonesia usai di perkenalkan di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu, (12/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pelatih baru tim nasional Indonesia, Patrick Kluivert mengungkapkan bahwa dirinya sedang menjalani pembicaraan dengan Jairo Riedewald, mantan pemain Crystal Palace, terkait kemungkinan untuk menjadikannya sebagai pemain naturalisasi berikutnya dalam skuat Garuda. Pernyataan ini disampaikan Kluivert dalam konferensi pers perkenalan dirinya pada Minggu, (12/1), di Jakarta, seperti yang dilaporkan oleh Antara.

"Saya tidak tahu apakah saya bisa menyebutkan namanya, tetapi ada satu nama yang bisa saya sebut, Jairo Riedewald. Saya sedang berbicara dengannya," ujar Kluivert dengan tegas.

Namun, siapa sebenarnya Jairo Riedewald dan mengapa dia menjadi target naturalisasi oleh Kluivert? Riedewald adalah seorang pesepak bola berusia 28 tahun yang memiliki latar belakang keturunan Indonesia. Nenek dari pihak ibu Riedewald berasal dari Maluku, Indonesia, dan sudah lama menetap di Belanda. Dengan darah Indonesia yang mengalir di dalam tubuhnya, Riedewald memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari timnas Indonesia, meskipun ia lahir dan besar di Belanda. Hal ini membuka peluang bagi Kluivert untuk membawa pemain tersebut memperkuat timnas Indonesia, yang terus berusaha membangun skuad yang kompetitif di tingkat internasional.

Jairo Riedewald, yang memiliki nama lengkap Jairo Jocquim Riedewald, lahir pada 9 September 1996, di Haarlem, Belanda. Selain memiliki keturunan Indonesia melalui ibunya yang berasal dari Ambon, Riedewald juga memiliki darah Suriname melalui ayahnya. Keberagaman latar belakang etnis ini menjadikannya seorang pemain dengan identitas yang kaya dan multikultural, yang dapat memperkaya timnas Indonesia dari segi keragaman serta kualitas permainan.

Perjalanan Karier Jairo Riedewald di Dunia Sepak Bola

Riedewald memulai karier sepak bolanya di usia dini, bergabung dengan akademi Haarlem Youth pada 2007, sebelum pindah ke akademi Ajax Amsterdam pada tahun berikutnya. Di Ajax, ia menjalani masa-masa yang krusial dalam pembentukan karier profesionalnya. Di sana, Riedewald bukan hanya mengasah keterampilan teknisnya, tetapi juga memperluas wawasan taktis dalam bermain sepak bola. Ia turut berkontribusi dalam kesuksesan tim muda Ajax, membantu meraih gelar juara Dutch U-17 Champion pada 2013 dan Dutch U-19 Champion pada 2014.

Kariernya di tim utama Ajax dimulai pada tahun 2014, ketika ia melakukan debut bersama klub raksasa Belanda tersebut. Sejak itu, ia semakin dikenal sebagai pemain yang tangguh dan serba bisa, mampu beradaptasi dalam berbagai posisi, baik di lini pertahanan maupun gelandang bertahan. Keahliannya dalam membaca permainan dan distribusi bola membuatnya menjadi salah satu pemain andalan Ajax. Bersama Ajax, Riedewald berhasil meraih gelar Eredivisie pada musim 2013-2014. Ia mencatatkan total 93 penampilan di berbagai kompetisi, mencetak tiga gol dan memberikan tiga assist.

Pada Juli 2017, Riedewald pindah ke klub Inggris, Crystal Palace, yang mana ia bergabung selama tujuh musim. Di sana, ia bekerja sama dengan Frank de Boer, pelatih yang sebelumnya melatihnya di Ajax. Selama waktunya di Palace, Riedewald menjadi bagian penting dalam memperkuat lini pertahanan tim asal London tersebut, meskipun perannya lebih sering datang dari bangku cadangan atau sebagai pengganti.

Selain berkarier di level klub, Riedewald juga berkontribusi untuk timnas Belanda, bergabung dengan timnas mulai dari level U-15 hingga tim senior. Debutnya di tim senior terjadi pada tahun 2015, meskipun ia belum menjadi pilihan utama. Pada usia 18 tahun, ia sudah terlibat dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016, yang menambah pengalamannya di level internasional.

Pada Agustus 2024, Riedewald melanjutkan perjalanan kariernya dengan bergabung bersama klub Belgia, Royal Antwerp. Di tim ini, ia sudah tampil sebanyak delapan kali di kompetisi domestik, menunjukkan bahwa meski usianya sudah memasuki angka 28, ia masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.

Potensi dan Harapan di Timnas Indonesia

Dengan berbagai pengalaman yang dimilikinya, baik di level klub maupun timnas Belanda, Jairo Riedewald tentu akan menjadi tambahan yang sangat berharga bagi timnas Indonesia jika proses naturalisasinya berhasil. Keahliannya dalam bermain di berbagai posisi, serta pengalamannya di kompetisi Eropa yang bergengsi, akan membawa dimensi baru dalam permainan timnas Garuda.

Patrick Kluivert yang baru-baru ini ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Indonesia, tampaknya memiliki visi besar untuk membawa Indonesia lebih jauh di kancah internasional. Jika Riedewald dapat bergabung, ini akan menjadi langkah besar dalam memperkuat skuad yang sudah ada, dengan tambahan seorang pemain yang sudah terbiasa bermain di level tinggi.

Meski begitu, proses naturalisasi ini tentu membutuhkan waktu dan berbagai tahapan administrasi. Namun, jika berhasil, Jairo Riedewald bisa menjadi salah satu pemain kunci yang akan membantu timnas Indonesia meraih kesuksesan di masa depan, baik dalam ajang regional seperti Piala AFF, maupun dalam kualifikasi dan turnamen internasional lainnya.

Sebagai pemain dengan latar belakang multikultural, Riedewald juga bisa memberikan inspirasi bagi para pemain muda Indonesia untuk mengejar karier profesional di dunia sepak bola.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore