
Suasana kericuhan suporter dan pemain saat laga Deltras Sidoarjo kontra Persibo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. (M. Saiful Rohman/Radar Sidoarjo)
JawaPos.com - Kericuhan suporter beserta pemain kembali menodai upaya peningkatan kualitas persepakbolaan Tanah Air. Kali ini terjadi di kancah Liga 2. Laga lanjutan Liga 2 antara Deltras Sidoarjo kontra Persibo Bojonegoro harus dihentikan jelang pertandingan berakhir karena terjadi kericuhan akibat ketidakpuasan kepemimpinan wasit.
Insiden terjadi akibat disahkannya gol penyeimbang Persibo oleh wasit Idfi Akbar Patha Sanduan. Menurut pihak Deltras, gol tersebut dinilai berbau offside.
Skor pun kemudian berubah menjadi 1-1 setelah sebelumnya Deltras sedang unggul 1-0. Situasi kemudian menjadi chaos setelah sejumlah pemain Deltras dan suporter diduga berupaya mengeroyok wasit.
Menanggapi insiden itu, CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhanuddin mengatakan, kericuhan dipicu oleh kepemimpinan wasit. Bahkan menurutnya banyak keputusan yang diambil wasit menimbulkan kontroversi
“Ini berawal dari kepemimpinan wasit, ketika terjadi foul, bola digeser oleh pemain lawan, akhirnya terjadi free kick cepat, tapi posisi pemain lawan kan pada garis offside,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group).
Dia menjelaskan, para pemainnya memprotes keputusan tersebut. Namun, wasit Idfi tetap menetapkan gol Persibo itu sah.
"Ketika wasit meniup peluit, anak-anak masih protes tentang itu, wasitnya sudah lari duluan, akhirnya kami koordinasi dengan matchcom dan mereka memutuskan pertandingan harus dilanjutkan,” ujarnya.
Akan tetapi, hingga kini wasit belum berani memutuskan secara resmi terkait hasil pertandingan Derbi Jatim itu. “Wasit belum membuat keputusan, jadi berita acara masih gantung,” imbuhnya.
Pihaknya saat ini masih menunggu laporan resmi dari Matchcom. Keputusan selanjutnya terkait hasil akhir maupun hal terkait lainnya akan ditentukan oleh Komite Eksekutif (Exco).
“Ya nanti terserah Exco keputusannya bagaimana, semua akan diperiksa, termasuk video yang kami miliki,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Persibo mengklaim akibat kericuhan itu, sejumlah pemain dan ofisialnya mengalami luka-luka. Beberapa pemain yang menjadi korban antara lain Diandra Diaz, Hadi Ardiansyah, Osas Saha, dan Enzo Celestine. Selain itu, salah satu kitman Persibo juga menjadi korban. Seusai laga, para pemain dan ofisial langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dan memastikan keselamatan mereka.
Selain itu, manajemen juga mencatat dan mendokumentasikan seluruh insiden yang terjadi di Stadion Delta Sidoarjo. Selanjutnya, mereka akan melaporkan ke pengawas pertandingan dan diteruskan ke PSSI.
’’Yang pasti kami menyayangkan keributan yang terjadi di menit akhir laga,” ujar Manajer Kompetisi dan Pengembangan Klub Persibo, Ali Mahmud.
Sementara itu, pihak manajemen juga akan melakukan pemulihan trauma akibat pertandingan tersebut, agar bisa memfokuskan diri menghadapi delapan besar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
